April 3, 2025 By Diva Permata Jaen
3 April 2025 – Jepang baru-baru ini dinobatkan sebagai negara dengan rata-rata skor IQ tertinggi di dunia. Berdasarkan analisis terhadap 197 negara, Jepang berhasil menempati peringkat pertama dengan skor rata-rata IQ 112,30. Sementara itu, Indonesia berada di peringkat ke-127 dengan rata-rata skor IQ 78,49. Temuan ini memberikan wawasan tentang tingkat kecerdasan di berbagai negara dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya.
Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya rata-rata IQ di Jepang adalah sistem pendidikan yang sangat kompetitif. Jepang dikenal memiliki kurikulum yang menuntut dan disiplin belajar yang tinggi. Anak-anak di Jepang sudah diajarkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah sejak usia dini.
Budaya membaca dan belajar sangat tertanam dalam masyarakat Jepang. Banyak anak-anak yang mengikuti bimbingan belajar tambahan di luar jam sekolah untuk meningkatkan kemampuan akademik mereka. Kebiasaan ini membantu meningkatkan daya pikir dan kecerdasan masyarakat Jepang secara keseluruhan.
Nutrisi juga memainkan peran penting dalam perkembangan otak. Jepang dikenal memiliki pola makan sehat dengan konsumsi ikan yang kaya akan asam lemak omega-3, yang berperan dalam perkembangan kognitif. Selain itu, gaya hidup yang aktif dan manajemen stres yang baik juga membantu menjaga fungsi otak yang optimal.
Berikut adalah daftar negara dengan rata-rata IQ tertinggi beserta faktor yang mempengaruhinya:
Jepang memiliki rata-rata skor IQ tertinggi di dunia (112,30) karena sistem pendidikannya yang ketat, yang menekankan pada kerja keras, penguasaan matematika dan sains sejak dini, serta dukungan keluarga dan pemerintah terhadap prestasi akademik.
Hungaria, dengan skor IQ rata-rata 111,23, memiliki tradisi kuat dalam matematika dan sains, dibuktikan dengan banyaknya ilmuwan terkenal. Penekanan pendidikan pada STEM mendorong pemecahan masalah, melahirkan tokoh seperti János Irinyi, penemu korek api, dan Albert Szent-Györgyi, yang berperan dalam penemuan vitamin C.
Taiwan memiliki skor IQ rata-rata 111,19 karena investasi besar-besaran di bidang pendidikan, dengan fokus pada peningkatan kualitas sekolah dan sumber daya pengajar. Kurikulum yang menantang, terutama di bidang teknologi dan sains, mendorong siswa untuk belajar giat. Pemerintah bertujuan menjadikan Taiwan negara bilingual pada tahun 2030, mengalokasikan dana sebesar USD 361 juta untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, sehingga dapat memperluas akses ke pasar internasional.
Italia, dengan skor IQ rata-rata 110,83, menempati peringkat keempat secara global dan termasuk yang tertinggi di Eropa. Skor ini didukung oleh sistem pendidikan yang mendorong kreativitas dan pemikiran kritis melalui metode seperti pembelajaran berbasis proyek.
Korea Selatan memiliki peringkat tinggi dalam pendidikan global. Sistem pendidikannya terkenal kompetitif, dengan penekanan kuat pada prestasi akademik dan ujian seperti Suneung, yang menentukan masa depan siswa.
Serbia, dengan rata-rata skor IQ 110,60, berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan melalui reformasi, penekanan pada pemikiran kritis dan matematika, serta investasi dalam pelatihan guru.
Iran, dengan skor IQ rata-rata 110,27, didukung oleh tradisi intelektual yang kuat dan penekanan pada matematika dan sains sejak tingkat sekolah dasar dalam sistem pendidikannya.
Finlandia, dengan skor IQ rata-rata 109,60, memprioritaskan kesejahteraan siswa dan pembelajaran individual. Guru memiliki kebebasan dalam merancang sistem pelajaran siswa, dan tidak ada ujian standar nasional. Kualitas pengajaran tinggi dijamin oleh guru-guru yang wajib memiliki gelar magister.
Penelitian menunjukkan bahwa tingginya IQ di Hong Kong (109,57) dipengaruhi oleh pola makan kaya yodium, fasilitas pendidikan dan fasilitas medis yang canggih, menempatkannya di peringkat 9 dunia.
Vietnam berada di posisi ke-10 dalam daftar, dengan skor IQ mencapai 108,82. awal tahun 2000-an Vietnam melakukan reformasi pendidikan secara serius dengan kapasitas guru dan menyesuaikan kurikulum agar relevan dengan tuntutan global,.
Indonesia menempati peringkat ke-127 dengan rata-rata skor IQ 78,49. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil ini, antara lain:
Kualitas pendidikan di Indonesia masih bervariasi, terutama antara daerah perkotaan dan pedesaan. Akses terhadap fasilitas pendidikan yang memadai serta tenaga pengajar yang berkualitas masih menjadi tantangan utama dalam meningkatkan tingkat kecerdasan masyarakat.
Tingkat literasi di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara lain yang memiliki skor IQ lebih tinggi. Minat baca yang kurang dapat berpengaruh terhadap perkembangan kognitif dan kemampuan berpikir kritis.
Kemiskinan dan kurangnya akses terhadap sumber daya pendidikan juga berkontribusi terhadap rendahnya skor IQ di Indonesia. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang kurang mendukung cenderung memiliki perkembangan kognitif yang lebih lambat dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan stimulasi intelektual yang cukup.
Untuk meningkatkan rata-rata IQ di Indonesia, beberapa langkah dapat diambil, di antaranya:
Jepang menempati peringkat pertama dalam rata-rata skor IQ global dengan skor 112,30, berkat sistem pendidikan yang unggul, budaya belajar yang kuat, serta pola makan sehat. Sementara itu, Indonesia masih berada di peringkat ke-127 dengan rata-rata skor IQ 78,49. Untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat Indonesia, diperlukan perbaikan dalam sistem pendidikan, peningkatan budaya literasi, serta pemenuhan gizi yang lebih baik. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusianya di masa depan.
Related Tags & Categories :