October 26, 2026 By RB

Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Oktober 2026, sejumlah program pemerintah mencatatkan capaian di berbagai sektor. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, hingga program kesehatan dan pendidikan, pemerintah dinilai telah membangun sejumlah fondasi kebijakan. Meski begitu, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah, terutama terkait tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan daya beli masyarakat kelas menengah.
Selama dua tahun kepemimpinan Kabinet Merah Putih sejak Oktober 2024 hingga Oktober 2026, perekonomian Indonesia disebut menunjukkan perkembangan yang cukup progresif. Berdasarkan materi yang merangkum laporan sejumlah lembaga riset independen dan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 5,11 hingga 5,45 persen.
Selain pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan juga dilaporkan mengalami penurunan. Tingkat kemiskinan Indonesia tercatat sebesar 8,07 persen hingga Maret 2026. Sementara itu, pemerintah disebut berhasil menciptakan sekitar 5,48 juta lapangan kerja selama periode tersebut.
Capaian lain yang turut disorot adalah tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo. Angkanya disebut mencapai 65,2 persen. Meski demikian, angka-angka tersebut perlu dilihat berdasarkan periode pengukuran dan metodologi masing-masing sumber agar dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kinerja pemerintah.
Di sektor pelayanan kesehatan, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu program yang mendapat perhatian. Program ini dilaporkan telah menjangkau lebih dari 100 juta penduduk.
Capaian tersebut menunjukkan skala pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan yang menyasar masyarakat secara luas. Namun, jumlah penduduk yang telah dijangkau bukan satu-satunya indikator keberhasilan. Kualitas pemeriksaan, tindak lanjut hasil kesehatan, serta kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan juga menjadi aspek penting untuk diperhatikan.
Sementara di bidang pendidikan, pemerintah menjalankan inisiatif Sekolah Rakyat. Program ini ditujukan untuk membuka akses fasilitas pendidikan bagi anak-anak dari kelompok Desil 1 hingga Desil 2 yang masuk kategori miskin ekstrem.
Kehadiran Sekolah Rakyat mendapat apresiasi karena berupaya memperluas kesempatan pendidikan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan. Keberlanjutan program, kualitas pembelajaran, dan pemerataan fasilitas menjadi hal yang penting agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pada sektor ekonomi makro dan energi, pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) serta peluncuran mandatori Biodiesel B50 menjadi dua kebijakan yang disorot dalam dua tahun pemerintahan Prabowo.
Pembentukan Danantara diposisikan sebagai salah satu fondasi untuk memperkuat pengelolaan investasi nasional. Sementara itu, kebijakan Biodiesel B50 berkaitan dengan upaya memperkuat kemandirian energi Indonesia.
Kedua kebijakan tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan ekonomi yang ingin mengoptimalkan potensi nasional. Meski demikian, efektivitas pelaksanaannya tetap perlu dinilai melalui hasil investasi, dampak ekonomi, serta kemampuan kebijakan energi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri.
Di bidang hubungan internasional, keanggotaan Indonesia dalam BRICS menjadi salah satu perkembangan penting selama pemerintahan Prabowo-Gibran.
Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat posisi diplomasi Indonesia di tingkat global sekaligus membuka peluang kerja sama dengan negara-negara anggota BRICS. Namun, manfaat keanggotaan tersebut akan sangat bergantung pada kemampuan Indonesia memanfaatkan forum internasional untuk memperjuangkan kepentingan nasional.
Di balik sejumlah capaian tersebut, pemerintahan Prabowo-Gibran masih menghadapi berbagai tantangan. Evaluasi dari kalangan akademisi dan ekonom menyoroti perlunya penyempurnaan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program berskala nasional tersebut membutuhkan pengawasan dan pengelolaan yang baik agar pelaksanaannya berjalan efektif. Selain itu, pemerintah juga perlu memperhatikan stabilitas daya beli masyarakat kelas menengah yang masih menjadi salah satu pekerjaan rumah penting.
Secara keseluruhan, dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran memperlihatkan sejumlah capaian di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, energi, dan diplomasi. Namun, keberhasilan kebijakan tidak hanya ditentukan oleh angka capaian, melainkan juga konsistensi pelaksanaan dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
Evaluasi terhadap program yang telah berjalan tetap diperlukan agar berbagai kebijakan pemerintah dapat terus diperbaiki dan memberikan manfaat yang lebih merata.
Related Tags & Categories :