March 20, 2025 By Diva Permata Jaen
20 Maret 2025 – Indonesia terus berinovasi dalam sektor transportasi untuk meningkatkan mobilitas dan mengurangi kemacetan di berbagai daerah. Beberapa proyek strategis telah direncanakan dan mulai dikembangkan untuk memberikan solusi transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Berikut adalah beberapa proyek transportasi terbaru di Indonesia yang patut diperhatikan.
Pemerintah berencana membangun Light Rail Transit (LRT) gantung di Batam dengan nilai investasi sebesar Rp 1,7 triliun. Proyek ini bertujuan meningkatkan konektivitas antara Indonesia dan Singapura serta menarik minat investor asing dari Singapura dan China.
LRT gantung ini menggunakan gerbong kapsul dengan kapasitas 10-20 orang per gerbong. Pada fase pertama, proyek ini akan menghubungkan Bandara Hang Nadim dan Pelabuhan Batam Center dengan jalur sepanjang 11 km. Hingga Maret 2025, proyek ini masih dalam tahap perencanaan dan penjajakan investasi, dengan target konstruksi dimulai pada tahun 2025.
Kemacetan di kawasan Puncak, Bogor, telah menjadi masalah yang terus berulang. Sebagai solusi, pemerintah merencanakan pembangunan Automated Guideway Transit (AGT) dan kereta gantung dengan investasi Rp 7,3 triliun.
Proyek ini akan terbagi menjadi dua segmen:
Meskipun mendapat dukungan dari pemerintah pusat dan daerah, proyek ini masih dalam tahap perencanaan dan belum memasuki konstruksi.
Untuk mengatasi kemacetan di Bali Selatan, Gubernur Bali Wayan Koster mengusulkan proyek taksi air (water taxi). Rute layanan ini akan menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung.
Proyek ini diperkirakan akan mengurangi waktu tempuh dari bandara menuju destinasi wisata utama seperti Pantai Kuta, Legian, Seminyak, Canggu, dan Uluwatu. Hingga Maret 2025, proyek ini masih dalam tahap perencanaan dan uji coba di beberapa rute.
Untuk meningkatkan aksesibilitas dan mengurangi kemacetan, Pemerintah Provinsi Bali mengembangkan proyek Light Rail Transit (LRT) Bali. Proyek ini dimulai pada 4 September 2024 dengan investasi awal sebesar Rp 167 triliun.
LRT Bali akan berbentuk subway dengan rute yang diusulkan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Sunset Road. Hingga Maret 2025, proyek ini telah memasuki tahap awal konstruksi dengan proses pengeboran tanah yang akan dimulai pada April 2025. Pemerintah menargetkan fase 1 dan 2 proyek ini selesai pada 2031.
LRT Bandung Raya dirancang sebagai pengganti proyek monorel yang dibatalkan pada tahun 2016. Proyek ini didukung oleh Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta APBN.
Rute prioritas yang akan dibangun meliputi:
Dengan estimasi biaya Rp 26 triliun, proyek ini dijadwalkan memulai konstruksi pada 2027 atau 2028.
Ibu Kota Nusantara (IKN) merencanakan proyek Autonomous Rail Transit (ART), yaitu kereta tanpa rel yang menggunakan teknologi otonom dari China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Sifang.
Uji coba awal dilakukan pada Agustus 2024, tetapi sistem otonomnya belum optimal sehingga trem dikembalikan ke China untuk pengembangan lebih lanjut. Saat ini, proyek masih dalam tahap evaluasi dan perencanaan ulang.
Berbagai proyek transportasi di Indonesia menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan solusi mobilitas yang lebih baik. Meskipun sebagian masih dalam tahap perencanaan, inovasi seperti LRT, kereta gantung, dan water taxi diharapkan dapat mengatasi kemacetan dan meningkatkan konektivitas di berbagai wilayah. Dengan dukungan investasi dan teknologi, masa depan transportasi di Indonesia semakin cerah.
Related Tags & Categories :