Leet Media

Mengapa Makanan Indonesia Belum Seterkenal Kuliner Asia Lainnya?

February 27, 2025 By Abril Geralin

27 Februari 2025 – Makanan Indonesia memiliki beragam cita rasa khas yang berasal dari kekayaan rempah-rempah Nusantara. Dari rendang yang telah diakui sebagai salah satu makanan terenak di dunia, hingga pempek dan pisang goreng yang digemari banyak orang. Namun, popularitas kuliner Indonesia masih kalah dibandingkan dengan makanan dari negara-negara Asia lainnya seperti Thailand, China, dan India.

Beberapa negara Asia telah berhasil membawa makanan khas mereka ke kancah internasional melalui strategi promosi yang terstruktur dan dukungan pemerintah. Thailand memiliki program Global Thai, China memanfaatkan diaspora besar mereka, sementara India menyesuaikan cita rasa masakan mereka dengan preferensi masyarakat lokal di negara tujuan. Sementara itu, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dalam memperkenalkan makanannya ke dunia.

Apa yang menyebabkan makanan Indonesia belum sepopuler kuliner Asia lainnya? Faktor apa saja yang membuat negara lain lebih sukses dalam menyebarluaskan masakan khas mereka? Dan bagaimana Indonesia bisa mengejar ketertinggalan ini? Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang strategi negara lain dalam mempopulerkan kuliner mereka dan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menembus pasar internasional.

Makanan Indonesia di Kancah Kuliner Global

Source: Markaindo

Indonesia memiliki warisan kuliner yang kaya dengan cita rasa yang unik dan beragam. Dari rendang yang pernah dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia, hingga pempek dan pisang goreng yang populer di berbagai daerah. Namun, jika dibandingkan dengan Thai food, Chinese food, atau Indian food, kuliner Indonesia masih belum mendapatkan tempat yang setara di panggung internasional. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi?

Strategi Thailand: Global Thai dan Restoran Bertema

Thailand telah lebih dulu menyiapkan strategi untuk memperkenalkan kuliner mereka ke dunia. Pada tahun 2002, pemerintah Thailand meluncurkan program Global Thai, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memperkenalkan makanan Thailand ke kancah internasional. Dalam program ini, Pad Thai dijadikan sebagai ikon kuliner yang mewakili negeri Gajah Putih tersebut.

Departemen Promosi Ekspor Thailand juga mengambil langkah serius dengan merancang tiga gaya restoran yang ditujukan untuk berbagai segmen pasar:

  1. Elephant Jump untuk kategori fast food.
  2. Golden Leaf untuk kategori makanan mewah.
  3. Cool Basil untuk segmen harga menengah.

Dalam kurun waktu 10 tahun, program ini terbukti berhasil mengantarkan restoran-restoran Thailand mendunia. Banyak restoran Thailand yang berdiri di berbagai negara, menjadikan makanan khas mereka mudah ditemukan dan dinikmati oleh masyarakat global.

Dominasi Chinese Food di Dunia

China memiliki keuntungan dari besarnya diaspora mereka yang tersebar di berbagai negara. Dengan jumlah etnis Tionghoa mencapai 1,5 miliar jiwa, mereka memiliki jejaring luas yang membantu penyebaran budaya kuliner mereka.

Selain itu, festival seperti Chinese New Year juga memainkan peran besar dalam memperkenalkan Chinese food ke masyarakat dunia. Makanan seperti dim sum, chow mein, dan Peking duck menjadi favorit di banyak negara, berkat adaptasi cita rasa yang sesuai dengan selera lokal. Tak hanya itu, banyak restoran Tionghoa yang telah beroperasi selama puluhan tahun dan menjadi bagian dari budaya kuliner di berbagai negara.

Keberhasilan India dalam Memasarkan Kuliner Mereka

Sama seperti China, India juga memiliki diaspora yang besar di berbagai belahan dunia. Di Amerika Serikat saja, terdapat sekitar 3,4 juta imigran India. Mereka memanfaatkan kehadiran mereka untuk mempopulerkan masakan khas India, seperti curry, biryani, dan naan.

Banyak restoran India yang sukses karena mampu menyesuaikan resep mereka dengan selera masyarakat lokal. Misalnya, beberapa restoran di Amerika Serikat menawarkan versi makanan India yang lebih ringan dalam hal rempah agar lebih diterima oleh lidah warga setempat. Adaptasi ini membuat makanan India semakin mudah diterima dan menjadi bagian dari kebiasaan makan masyarakat global.

Tantangan yang Dihadapi Indonesia

Indonesia sebenarnya telah memulai upaya untuk memperkenalkan kulinernya ke dunia melalui program Indonesia Spice Up the World. Program ini bertujuan untuk meningkatkan ekspor bumbu dan produk makanan Indonesia, serta memperbanyak jumlah restoran Indonesia di luar negeri. Namun, hingga saat ini, masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi.

1. Bahan Baku yang Mahal

Salah satu kendala utama dalam memperkenalkan makanan Indonesia ke dunia adalah harga bahan baku yang relatif tinggi. Banyak bahan khas Indonesia yang sulit ditemukan di luar negeri, sehingga harus diimpor dengan biaya mahal. Hal ini membuat harga makanan Indonesia menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan makanan dari negara lain yang bahan bakunya lebih mudah diakses secara lokal.

2. Jumlah Restoran Indonesia yang Masih Terbatas

Dibandingkan dengan restoran Thailand, China, atau India, jumlah restoran Indonesia di luar negeri masih sangat sedikit. Hal ini membuat akses masyarakat internasional terhadap makanan Indonesia menjadi lebih terbatas. Kurangnya restoran yang menyajikan makanan khas Indonesia juga berdampak pada rendahnya kesadaran global terhadap kelezatan kuliner Nusantara.

3. Diaspora Indonesia yang Belum Terlalu Banyak

Jumlah diaspora Indonesia di luar negeri jauh lebih kecil dibandingkan dengan China atau India. Padahal, diaspora bisa menjadi faktor kunci dalam memperkenalkan kuliner suatu negara ke masyarakat global. Dengan jumlah yang masih terbatas, penyebaran makanan Indonesia ke luar negeri pun menjadi lebih lambat.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Agar makanan Indonesia bisa seterkenal Thai food, Chinese food, atau Indian food, diperlukan strategi yang lebih terarah dan dukungan yang lebih besar dari berbagai pihak. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Meningkatkan Jumlah Restoran Indonesia di Luar Negeri
    Pemerintah dan pelaku usaha kuliner dapat bekerja sama untuk mendirikan lebih banyak restoran Indonesia di luar negeri. Dengan semakin banyaknya restoran, makanan Indonesia akan lebih mudah ditemukan dan dinikmati oleh masyarakat dunia.
  2. Mengadaptasi Makanan Indonesia agar Lebih Mudah Diterima
    Seperti yang dilakukan oleh India dan China, adaptasi cita rasa bisa menjadi kunci dalam memperkenalkan makanan Indonesia ke pasar global. Beberapa hidangan bisa dibuat dengan versi yang lebih ringan tanpa menghilangkan esensi kelezatannya agar lebih diterima oleh masyarakat luar.
  3. Mengoptimalkan Diaspora Indonesia untuk Promosi Kuliner
    Walaupun jumlah diaspora Indonesia masih terbatas, mereka tetap bisa berperan besar dalam memperkenalkan makanan Indonesia ke masyarakat lokal di negara tempat mereka tinggal. Mengadakan festival kuliner, bazar makanan, atau acara budaya bisa menjadi cara efektif untuk menarik perhatian orang asing terhadap makanan Indonesia.
  4. Meningkatkan Ekspor Bumbu dan Produk Makanan Indonesia
    Jika bahan makanan khas Indonesia sulit ditemukan di luar negeri, maka solusinya adalah dengan meningkatkan ekspor bumbu dan produk makanan Indonesia. Dengan begitu, masyarakat luar dapat lebih mudah mencoba memasak hidangan khas Indonesia sendiri di rumah.

Meskipun makanan Indonesia memiliki cita rasa yang kaya dan telah mendapatkan pengakuan dunia, kenyataannya kuliner Nusantara masih tertinggal dibandingkan dengan Thai food, Chinese food, dan Indian food dalam hal popularitas global. Beberapa negara telah berhasil mempopulerkan makanan mereka melalui strategi yang matang, seperti program Global Thai, diaspora besar, dan adaptasi kuliner.

Indonesia sendiri telah memulai langkah dengan Indonesia Spice Up the World, namun masih menghadapi tantangan besar seperti mahalnya bahan baku, minimnya restoran Indonesia di luar negeri, serta diaspora yang belum banyak tersebar. Dengan strategi yang tepat, dukungan pemerintah, dan peran aktif dari pelaku usaha kuliner, bukan tidak mungkin suatu hari nanti makanan Indonesia akan menjadi salah satu kuliner paling terkenal di dunia.