Leet Media

Kandidat Capres 2029 yang Muncul dalam Sejumlah Survei

September 23, 2026 By RB

Pemilu 2029 memang masih beberapa tahun lagi, tetapi sejumlah survei pada 2026 sudah memotret nama-nama yang mulai muncul dalam bursa calon presiden. Dalam materi LeetOG, tiga nama yang menjadi sorotan adalah Prabowo Subianto, Dedi Mulyadi, dan Anies Baswedan.

Prabowo Subianto Masih Masuk Bursa Capres 2029

Prabowo Subianto menjadi salah satu nama yang diperhitungkan dalam bursa calon presiden 2029. Sebagai presiden yang sedang menjabat, namanya tetap muncul dalam sejumlah pengukuran elektabilitas.

Materi LeetOG menyebut popularitas Prabowo masih ditopang sejumlah program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis atau MBG, serta dukungan mesin politik. Namun, materi yang sama juga mencatat adanya perubahan dukungan di sejumlah kelompok masyarakat seiring munculnya persoalan ekonomi.

Survei SMRC yang dilakukan pada 5–19 Juli 2026 menunjukkan Prabowo memperoleh elektabilitas 14,5 persen dalam simulasi semi terbuka. Angka tersebut menempatkannya di bawah Dedi Mulyadi yang memperoleh 35 persen dan di atas Anies Baswedan dengan 8,2 persen. Survei ini melibatkan 749 responden dengan margin of error sekitar 3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dedi Mulyadi Muncul sebagai Nama dengan Elektabilitas Tinggi

Dedi Mulyadi menjadi salah satu nama yang mengalami peningkatan dalam sejumlah survei 2026. Gubernur Jawa Barat tersebut bahkan menempati posisi teratas dalam survei SMRC Juli 2026.

Dalam simulasi semi terbuka SMRC, elektabilitas Dedi mencapai 35 persen. Angka tersebut meningkat dari 19,5 persen pada survei November 2025. Pada periode yang sama, elektabilitas Prabowo tercatat turun dari 34,9 persen menjadi 14,5 persen.

Hasil berbeda juga terlihat dalam survei Tempo Data Science. Dalam survei yang dilakukan terhadap 1.260 responden pada 31 Juli–11 Agustus 2026, Dedi memperoleh 41 persen, sementara Prabowo 15 persen dan Anies 10 persen. Survei tersebut menggunakan wawancara langsung di 38 provinsi dengan margin of error ±2,9 persen.

Materi LeetOG menggambarkan pendekatan Dedi melalui aktivitas turun langsung ke masyarakat dan pemanfaatan media sosial sebagai salah satu faktor yang membuat namanya semakin dikenal. Pendekatan tersebut disebut sebagai strategi “digital blusukan”.

Anies Baswedan Tetap Muncul dalam Bursa Capres

Nama Anies Baswedan juga masih muncul dalam sejumlah pengukuran elektabilitas calon presiden. Materi LeetOG menempatkan Anies sebagai salah satu dari tiga nama utama yang dibahas dalam peta kandidat 2029.

Dalam survei SMRC Juli 2026, Anies memperoleh 8,2 persen. Sementara dalam survei Tempo Data Science pada Agustus 2026, angkanya mencapai 10 persen. Perbedaan hasil tersebut menunjukkan bahwa angka elektabilitas sangat bergantung pada waktu survei, metode, jumlah responden, serta desain pertanyaan yang digunakan.

Karena Pemilu 2029 masih jauh, hasil survei saat ini lebih tepat dibaca sebagai gambaran preferensi publik pada saat survei dilakukan. Angka tersebut belum dapat digunakan untuk memastikan siapa yang akan maju ataupun bagaimana hasil pemilu nantinya.

Bursa Cawapres Mulai Memunculkan Banyak Nama

Selain calon presiden, sejumlah nama juga disebut dalam bursa calon wakil presiden. Materi LeetOG menyebut Gibran Rakabuming Raka sebagai salah satu nama yang sering berada di posisi atas.

Nama lain yang turut muncul adalah Purbaya Yudhi Sadewa, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, Sherly Tjoanda, dan Bahlil Lahadalia. Materi tersebut mencatat bahwa posisi para tokoh dalam bursa cawapres dapat berubah berdasarkan survei dan perkembangan politik.

Hasil survei SMRC Juli 2026 juga menunjukkan beberapa nama tersebut masuk dalam simulasi calon presiden, meski dengan tingkat dukungan berbeda. Gibran memperoleh 7,7 persen, AHY 4,9 persen, Sherly Tjoanda 1,2 persen, dan Purbaya Yudhi Sadewa 1,1 persen.

Peta Politik 2029 Masih Sangat Dinamis

Berbagai survei 2026 memperlihatkan bahwa peta kandidat menuju Pemilu 2029 masih dapat berubah. Bahkan, hasil survei yang dilakukan dalam waktu berdekatan dapat menunjukkan angka berbeda karena menggunakan metode, sampel, dan desain pertanyaan yang tidak sama.

Karena itu, elektabilitas Prabowo, Dedi Mulyadi, Anies Baswedan, maupun tokoh lainnya sebaiknya dibaca sesuai periode surveinya. Materi LeetOG sendiri menekankan bahwa daftar tersebut merupakan prediksi berdasarkan survei, bukan kepastian mengenai kandidat maupun hasil Pemilu 2029.

Related Tags & Categories :

Leet OG

Leethania