March 21, 2025 By Abril Geralin
21 Maret 2025 – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu proyek terbesar dalam sejarah Indonesia. Dengan ambisi besar untuk menciptakan pusat pemerintahan yang modern dan berkelanjutan, proyek ini diharapkan mampu menjadi simbol kemajuan bangsa. Namun, di tengah perjalanannya, muncul kekhawatiran terkait kelangsungan proyek ini, mengingat beberapa mega proyek sebelumnya di Indonesia berakhir mangkrak. Lantas, apakah IKN akan menjadi proyek prestisius atau justru berisiko terbengkalai?
Polemik terkait kelangsungan proyek IKN sempat mencuat setelah Kementerian Keuangan memblokir sebagian anggarannya. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa proyek ini berisiko mangkrak di tengah jalan. Namun, pemerintah segera merespons dengan langkah konkret. Presiden Prabowo Subianto telah mengalokasikan dana sebesar Rp48,8 triliun untuk proyek ini, yang akan dicairkan secara bertahap hingga tahun 2029.
Selain itu, optimisme terhadap proyek IKN semakin meningkat dengan adanya dukungan dari berbagai lembaga internasional yang tertarik untuk berinvestasi. Kolaborasi dengan pihak asing diharapkan dapat mempercepat pembangunan serta menjamin keberlanjutan proyek ini. Dengan perencanaan yang matang dan dukungan finansial yang kuat, diharapkan IKN dapat menjadi proyek yang sukses dan tidak mengalami nasib serupa dengan beberapa proyek sebelumnya yang gagal.
Meski ada optimisme terhadap pembangunan IKN, Indonesia memiliki catatan kelam terkait mega proyek yang berujung mangkrak. Beberapa proyek besar yang gagal terealisasi dengan baik di antaranya adalah:
Proyek Hambalang dirancang sebagai pusat pendidikan dan pelatihan olahraga bertaraf internasional. Dibangun pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), proyek ini menghabiskan anggaran hingga Rp2,1 triliun. Namun, proyek ini berakhir terbengkalai akibat skandal korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi. Pembangunannya terhenti dan hingga kini, kompleks Hambalang hanya menjadi bangunan kosong yang tidak berfungsi.
Monorail Jakarta diinisiasi untuk mengatasi permasalahan kemacetan di ibu kota. Proyek yang dijalankan oleh PT Jakarta Monorail ini memiliki nilai investasi sebesar Rp7 triliun. Sayangnya, proyek ini terhenti karena tidak mendapatkan pendanaan dari investor. Akibatnya, tiang-tiang monorail yang sempat dibangun di berbagai titik di Jakarta hanya menjadi saksi bisu dari kegagalan proyek transportasi massal ini.
Graha Garuda Tiara Indonesia adalah proyek ambisius yang dibangun pada tahun 1995, di era pemerintahan Orde Baru. Gedung megah berbentuk burung Garuda ini direncanakan menjadi wisma atlet terbesar di Indonesia. Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp75 miliar. Sayangnya, akibat krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1998 serta perubahan kondisi politik, proyek ini akhirnya mangkrak dan tidak pernah selesai.
Stadion Barombong di Makassar adalah contoh lain dari proyek yang gagal. Pembangunan stadion ini memakan anggaran sebesar Rp240 miliar. Namun, hingga kini proyek ini terbengkalai karena permasalahan status lahan yang belum terselesaikan. Serah terima lahan yang terhambat menyebabkan proyek ini tidak bisa dilanjutkan, sehingga bangunan stadion hanya menjadi struktur kosong tanpa fungsi.
Melihat sejarah proyek-proyek yang mangkrak di Indonesia, wajar jika muncul kekhawatiran terhadap keberlanjutan IKN. Namun, ada beberapa faktor yang dapat menjadi penentu keberhasilan proyek ini:
IKN adalah proyek ambisius yang dapat menjadi simbol kemajuan Indonesia di masa depan. Namun, sejarah menunjukkan bahwa tidak sedikit proyek besar di negeri ini yang berakhir mangkrak akibat berbagai permasalahan, mulai dari korupsi, pendanaan, hingga regulasi. Oleh karena itu, keberhasilan IKN sangat bergantung pada komitmen pemerintah, dukungan investasi, serta pengelolaan proyek yang profesional. Jika semua faktor ini dapat dikendalikan dengan baik, bukan tidak mungkin IKN akan menjadi proyek prestisius yang membawa Indonesia menuju era baru pembangunan yang lebih maju dan berkelanjutan.