April 3, 2025 By Abril Geralin
03 April 2025 – Liburan Lebaran tahun ini menawarkan suguhan spektakuler bagi mereka yang berkesempatan mengunjungi Wonosobo, Jawa Tengah. Festival Mudik 2025 yang digelar Pemerintah Kabupaten Wonosobo menghadirkan pertunjukan balon udara yang memukau di 16 titik lokasi berbeda. Ratusan balon udara berwarna-warni dengan berbagai motif unik menghiasi langit kota berhawa sejuk ini, menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.
Festival yang berlangsung selama enam hari, dari 1-6 April 2025, menjadi magnet wisata yang tak bisa dilewatkan. Pada hari pertama festival, Selasa (1/4/2025), sebanyak 119 balon udara diterbangkan di empat lokasi berbeda. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, merinci distribusi balon tersebut: “Alhamdulillah, ada 119 balon terbang hari ini. Kembaran ada 23 balon, Candiyasan ada 25 balon, Semayu ada 50 balon, dan Jogoyitnan ada 21 balon udara.”
Salah satu lokasi yang menjadi pusat perhatian adalah Lapangan Ronggolawe, Desa Kembaran, Kecamatan Kalikajar. Di sini, sejak pagi hari ribuan pengunjung sudah memadati area untuk menyaksikan penerbangan puluhan balon udara dengan motif beragam. Ada yang bergambar pemandangan alam, naga, kartun Mickey Mouse, dan berbagai motif batik tradisional yang menawan.
Yang paling mencuri perhatian adalah balon raksasa berdiameter 26,5 meter milik komunitas balon kompleks Kaligede RT 02 RW 01, Desa Kembaran. Ahmad Sulaimi, salah satu anggota komunitas tersebut, dengan bangga menyatakan, “Balon kita ini paling besar, ukurannya 26,5 meter. Selama dua tahun ini, masih jadi yang terbesar.”
Proses pembuatan balon raksasa ini cukup menakjubkan. Dikerjakan selama satu bulan penuh selama Ramadan, pembuatannya dilakukan secara manual menggunakan kertas berbahan khusus yang sudah digambar, kemudian disatukan hingga membentuk balon. Tidak kurang dari 12 orang terlibat dalam pembuatan balon spektakuler ini.
Nurisa, wisatawan asal Solo, mengaku sengaja menyempatkan diri ke Wonosobo untuk melihat festival balon udara yang ia ketahui dari sosial media. “Saya awalnya tahu dari Instagram. Jadi penasaran, karena tahun ini kebetulan sempat jadi saya sengaja ke sini untuk melihat balon udara. Saya bersama keluarga,” ujarnya di lapangan Ronggolawe, Rabu (2/4/2025).
Sementara itu, Ari Setyawan yang sedang mudik ke Wonosobo mengaku selalu menyempatkan untuk melihat langsung festival balon udara setiap tahun. “Kebetulan saya sedang mudik di Wonosobo. Ini bersama keluarga sebenarnya tahun kemarin juga sudah pernah datang, ini datang lagi karena bagus. Balon udaranya juga bagus kreatif-kreatif,” tuturnya.
Untuk menikmati festival ini secara maksimal, pengunjung dianjurkan datang pagi-pagi, sebelum jam 6 pagi. Suasana dingin khas pegunungan menambah kesegaran pengalaman menyaksikan balon-balon raksasa ini mengudara. Pengunjung tidak perlu merogoh kocek dalam untuk menikmati atraksi ini cukup membayar biaya parkir Rp 5.000 saja.
Festival balon udara ini juga menjadi ajang kuliner lokal yang menarik. Para pengunjung bisa menikmati makanan khas Wonosobo seperti nasi megono dan tempe kemul sambil menikmati pemandangan balon udara. Dengan harga yang sangat terjangkau seporsi nasi megono dihargai Rp 5.000 dan tempe kemul hanya Rp 1.000 wisatawan dapat merasakan kelezatan kuliner lokal tanpa perlu khawatir soal budget.
Heni, warga Kecamatan Sapuran yang ditemui di lokasi festival, mengungkapkan kesenangannya, “Saya memang dari kemarin mau ke sini. Nonton sembari makan megono.” Dia sengaja datang lebih awal untuk mendapatkan tempat parkir yang dekat dan menikmati segarnya pagi di daerah tersebut.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, festival balon udara kali ini lebih menekankan aspek keamanan. Agus Wibowo menegaskan bahwa balon udara yang diterbangkan dipastikan tidak mengganggu penerbangan karena sudah ditambatkan dengan tali, sehingga tidak terbang bebas.
“Kini penerbangan balon udara di Wonosobo tidak bisa dilakukan secara bebas. Balon udara hanya boleh diterbangkan dengan cara ditambatkan,” kata Agus dalam keterangan resmi Pemkab Wonosobo.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, dalam sambutannya saat membuka Festival Mudik 2025, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan festival yang telah menjadi ikon budaya dan kebanggaan masyarakat Wonosobo. “Festival balon ini bukan sekadar tradisi tetapi juga telah berkembang menjadi industri pariwisata terkemuka di Jawa Tengah dan Indonesia. Bahkan, kini telah mendunia dengan kehadiran peserta dari berbagai negara, termasuk Brazil dan Kolombia yang turut serta membawa balon khas mereka,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dalam penyelenggaraan festival ini. Ia mengimbau penyelenggara tetap menambatkan balon yang diterbangkan demi menjaga keselamatan dan keberlangsungan festival. “Kita harus bersama-sama menjaga citra baik festival ini. Jangan sampai ada oknum yang melakukan pelanggaran sehingga menodai kebanggaan kita bersama,” tegasnya.
Festival Mudik 2025 yang dimeriahkan dengan penerbangan balon udara berlangsung di 16 desa di Wonosobo. Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan festival ini, berikut adalah lokasi dan jadwal lengkapnya:
Festival balon udara ini tidak hanya menjadi tontonan yang memukau, tetapi juga memiliki dampak positif bagi perekonomian lokal. Bupati Afif Nurhidayat menjelaskan bahwa dampak positif dari festival ini dirasakan oleh berbagai sektor ekonomi dan pariwisata, mulai dari pedagang kuliner, pengelola penginapan, penyedia transportasi, hingga toko oleh-oleh dan destinasi wisata di Wonosobo.
Nanang, salah satu peserta penerbangan balon udara di Desa Kembaran, mengungkapkan bahwa biaya pembuatan satu balon udara berkisar antara Rp 700 ribu hingga Rp 1,5 juta, tergantung ukuran dan motif. Ini menunjukkan bahwa festival ini juga mendorong kreativitas dan industri lokal dalam pembuatan balon udara.
Festival balon udara Wonosobo terus berkembang dari tahun ke tahun. Tahun 2025 ini, festival dihadiri oleh peserta dari mancanegara, seperti Brazil dan Kolombia, yang turut menerbangkan balon khas negara mereka.
“Festival mudik kali ini, kita kedatangan peserta dari Brazil dan Kolombia, mereka turut menerbangkan balon mereka di Wonosobo. Untuk persiapan dan penyesuaian kondisi, mereka akan menerbangkan balon udara berkeliling di titik lokasi festival mudik, sebelum pada puncak acara di Alun-alun Wonosobo,” jelas Agus Wibowo.
Dengan pertunjukan yang semakin meriah setiap tahunnya, Festival Mudik dengan atraksi balon udara ini diharapkan dapat terus berkembang sebagai ajang pelestarian budaya, promosi wisata, serta penggerak perekonomian masyarakat Wonosobo. Puncak festival yang akan digelar di Alun-alun Wonosobo pada 6 April 2025 dijamin akan menjadi penutup yang spektakuler untuk perayaan libur Lebaran tahun ini.