February 19, 2026 By pj

19 Februari 2026 – Untuk pertama kalinya sejak 1863, tiga perayaan besar dunia yakni Tahun Baru Imlek, Ramadan, dan Masa Prapaskah dimulai hampir bersamaan dalam rentang waktu kurang dari 24 jam. Peristiwa langka yang terjadi pada 17 hingga 18 Februari 2026 ini menjadi momen historis karena baru akan terulang kembali pada tahun 2189. Sinkronisasi tiga sistem kalender berbeda menghadirkan suasana refleksi spiritual yang terasa serentak di berbagai belahan dunia.
Fenomena ini terjadi akibat pertemuan tiga sistem penanggalan yang berbeda yakni kalender Gregorian untuk Masa Prapaskah, kalender lunar untuk Ramadan, dan kalender lunisolar untuk Tahun Baru Imlek.
dalam sebuah fenomena langka secara astronomi dan liturgi, miliaran orang di dunia memasuki masa refleksi spiritual yang mendalam ketika Tahun Baru Imlek, Ramadan, dan Masa Prapaskah dimulai dalam selang waktu kurang dari 24 jam. Keselarasan historis ini terjadi untuk pertama kalinya sejak 1863 dan tidak akan terulang hingga tahun 2189.
Tahun Baru Imlek dimulai pada Selasa 17 Februari 2026, bertepatan dengan bulan baru pertama setelah titik balik matahari musim dingin. Perayaan ini menandai pergantian tahun dalam kalender Tionghoa, kali ini memasuki Tahun Fire Horse. Tradisi seperti makan bersama keluarga, berbagi angpao, hingga doa lintas generasi menjadi bagian penting dalam perayaan tersebut.
Ramadan dimulai pada malam 17 Februari dengan hari pertama puasa jatuh pada 18 Februari 2026 setelah penampakan hilal. Umat Muslim menjalankan ibadah puasa dari fajar hingga matahari terbenam, memperbanyak doa, serta meningkatkan kepedulian sosial.
Di hari yang sama, umat Katolik dan banyak umat Kristen memulai Masa Prapaskah pada Rabu Abu. Masa 40 hari ini menjadi periode pertobatan, doa, puasa, dan aksi amal sebagai persiapan menuju Paskah.
Meski berasal dari tradisi dan keyakinan yang berbeda, ketiganya memiliki semangat yang serupa yakni pembaruan diri dan refleksi spiritual. Ramadan dan Masa Prapaskah menekankan disiplin melalui puasa dan pengendalian diri, sementara Tahun Baru Imlek identik dengan membersihkan rumah sebagai simbol membuang kesialan dan menyambut awal baru.
Ketiga momen ini juga sama sama menekankan pentingnya solidaritas sosial, baik melalui zakat, aksi amal, maupun kebersamaan keluarga.
Keselarasan ini semakin terasa istimewa karena bertepatan dengan gerhana matahari cincin pada 17 Februari serta fenomena parade planet yang melibatkan Merkurius, Venus, dan Saturnus pada 18 Februari. Walau gerhana hanya terlihat jelas dari wilayah Antartika, momentum astronomis ini menambah dimensi simbolik pada peristiwa tersebut.
Ketiga musim spiritual ini akan berjalan bersamaan selama sekitar satu bulan. Ramadan diperkirakan berakhir sekitar 19 hingga 20 Maret, sementara Masa Prapaskah mencapai puncaknya pada Minggu Paskah 5 April 2026.
Keselarasan Tahun Baru Imlek, Ramadan, dan Masa Prapaskah dalam waktu yang nyaris bersamaan ini menjadi catatan sejarah modern yang baru akan terjadi lagi pada tahun 2189, atau 163 tahun mendatang.