January 7, 2026 By pj

7 Januari 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan otoritas sementara Venezuela terkait penyerahan puluhan juta barel minyak ke Amerika Serikat. Pengumuman ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan politik antara kedua negara menyusul operasi militer dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Trump menegaskan bahwa hasil penjualan minyak tersebut akan berada di bawah kendalinya untuk memastikan penggunaannya demi kepentingan rakyat kedua negara.
Trump menyatakan bahwa otoritas sementara Venezuela telah menyetujui penyerahan minyak dalam jumlah besar kepada Amerika Serikat. Minyak tersebut disebut berada di bawah sanksi dan diklaim memiliki kualitas tinggi.
“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Otoritas Sementara di Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak berkualitas tinggi yang berada di bawah sanksi kepada Amerika Serikat,” tulis Trump melalui platform Truth Social, Selasa (6/1).
Menurut Trump, minyak tersebut akan dijual sesuai harga pasar internasional dan hasil penjualannya akan dikelola langsung olehnya sebagai Presiden Amerika Serikat.
Trump menekankan bahwa seluruh dana dari penjualan minyak Venezuela akan digunakan untuk kepentingan rakyat Amerika Serikat dan Venezuela. Ia menyebut pengendalian dana diperlukan untuk memastikan manfaat yang tepat sasaran.
“Minyak ini akan dijual sesuai harga pasar, dan uang itu akan berada di bawah kendali saya sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan penggunaannya benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat Venezuela dan Amerika Serikat,” tambahnya.
Pernyataan ini menjadi sorotan karena menunjukkan keterlibatan langsung Presiden AS dalam pengelolaan hasil penjualan sumber daya negara lain.
Trump juga mengungkapkan bahwa ia telah memberikan instruksi kepada Menteri Energi Amerika Serikat untuk segera menindaklanjuti rencana tersebut.
“Saya telah meminta Menteri Energi Chris Wright untuk segera melaksanakan rencana ini,” tulis Trump.
Langkah ini menandai percepatan eksekusi kesepakatan penyerahan minyak yang diumumkan secara terbuka melalui media sosial.
Menurut Trump, minyak mentah Venezuela akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan dan dikirim langsung ke fasilitas bongkar muat di Amerika Serikat.
“Menurut dia, minyak itu akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan dan dikirim langsung ke dermaga-dermaga bongkar muat di Amerika Serikat.”
Dalam dokumen disebutkan bahwa sebagian besar minyak tersebut telah berada di atas kapal dan akan dikirim ke fasilitas Amerika Serikat untuk dimurnikan.
Pengumuman penyerahan minyak ini muncul setelah operasi besar Amerika Serikat di Venezuela. Pada 3 Januari, pasukan Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, di Caracas dan membawa keduanya ke New York.
Trump menyatakan bahwa Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam narko-terorisme dan dianggap sebagai ancaman bagi Amerika Serikat.
Dalam persidangan di Pengadilan Distrik AS Manhattan, Maduro menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan.
Dalam sidang tersebut, Maduro mengatakan kepada Hakim Alvin Hellerstein bahwa dirinya telah “diculik” dan menyebut dirinya sebagai “tawanan perang”.
Langkah Amerika Serikat untuk mengambil alih dan menjual minyak Venezuela terus menuai perhatian internasional. Ketegangan politik dan hukum antara kedua negara meningkat seiring dengan rencana investasi besar-besaran perusahaan minyak Amerika Serikat di sektor energi Venezuela.
Trump menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan minyak Amerika berpotensi menginvestasikan miliaran dolar untuk merehabilitasi infrastruktur dan kapasitas produksi minyak Venezuela yang telah menua.