September 18, 2026 By RB

Ratusan pedagang kopi starling atau Starbucks keliling menggelar aksi demonstrasi di depan Plaza Summarecon Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (17/9/2026) siang. Mereka menyampaikan protes terhadap pembatasan aktivitas berjualan di sekitar kawasan Gading Serpong. Aksi tersebut juga sempat berdampak pada kelancaran lalu lintas di Jalan Boulevard Gading Serpong.
Aksi demonstrasi dilakukan oleh ratusan pedagang yang sehari-hari berjualan kopi dan minuman menggunakan sepeda motor. Mereka berkumpul di depan kantor Plaza Summarecon Serpong untuk menyampaikan keberatan terhadap aturan pengelola kawasan.
Para pedagang menuntut agar aktivitas mereka untuk mangkal dan berjualan di sekitar Gading Serpong tidak dibatasi. Bagi mereka, kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi untuk mencari penghasilan dengan menawarkan dagangan kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya.
Tuntutan tersebut menjadi alasan utama para pedagang menggelar aksi pada Kamis siang. Mereka berharap pengelola kawasan dapat memberikan ruang bagi pedagang starling untuk tetap menjalankan aktivitasnya tanpa pembatasan yang dinilai menyulitkan mereka.
Demonstrasi berlangsung di area depan Plaza Summarecon Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Jumlah pedagang yang cukup banyak membuat aksi tersebut menjadi perhatian pengguna jalan yang melintas di kawasan Gading Serpong.
Dalam aksinya, para pedagang menyampaikan tuntutan agar pengelola kawasan tidak membatasi lokasi mereka untuk berjualan. Mereka juga berharap persoalan tersebut dapat dibicarakan dan ditemukan jalan keluar yang memungkinkan pedagang tetap mencari nafkah.
Aksi ini menunjukkan adanya persoalan antara aktivitas pedagang kaki lima keliling dengan pengelolaan kawasan komersial. Di satu sisi, pedagang membutuhkan ruang untuk menjalankan usaha. Di sisi lain, kawasan yang dikelola memiliki aturan tertentu terkait aktivitas dan penggunaan ruang publik maupun area sekitar pusat komersial.
Kehadiran ratusan pedagang dalam aksi tersebut turut berdampak pada kondisi lalu lintas di sekitar lokasi. Arus kendaraan di Jalan Boulevard Gading Serpong sempat mengalami kemacetan ketika demonstrasi berlangsung.
Jalan Boulevard Gading Serpong merupakan salah satu akses yang digunakan masyarakat untuk melintas di kawasan tersebut. Aktivitas demonstrasi dengan jumlah peserta yang cukup banyak membuat pergerakan kendaraan di sekitar lokasi menjadi lebih padat.
Kondisi ini menjadi salah satu dampak yang muncul selama aksi berlangsung. Meski demikian, inti demonstrasi tetap berkaitan dengan tuntutan para pedagang mengenai pembatasan lokasi untuk mangkal dan berjualan di kawasan Gading Serpong.
Para pedagang starling melalui aksi tersebut menyampaikan harapan agar keberadaan mereka tetap mendapat ruang di kawasan Gading Serpong. Mereka meminta pengelola mempertimbangkan kembali pembatasan yang membuat aktivitas berjualan menjadi terbatas.
Bagi pedagang keliling, kemampuan berpindah lokasi menjadi bagian dari cara mereka menjangkau pembeli. Karena itu, pembatasan tempat mangkal dapat berpengaruh langsung terhadap aktivitas perdagangan mereka.
Aksi di depan Plaza Summarecon Serpong pada 17 September 2026 tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi dari para pedagang. Mereka ingin persoalan mengenai lokasi berjualan dapat dibicarakan dengan pengelola kawasan sehingga kepentingan pedagang dan aturan kawasan dapat menemukan titik temu.
Hingga aksi berlangsung, tuntutan utama para pedagang adalah agar mereka tidak dibatasi untuk mangkal di sekitar kawasan Gading Serpong. Demonstrasi tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana keberadaan pedagang keliling menjadi bagian dari dinamika aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan yang terus berkembang.
Related Tags & Categories :