Leet Media

Menkes Keluhkan Tiket Pesawat ke Aceh Mahal, Relawan Kesehatan Terpaksa Transit Malaysia

January 12, 2026 By pj

KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA

12 Januari 2025 – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti tingginya harga tiket pesawat menuju Aceh yang dinilai menghambat pengiriman relawan kesehatan ke wilayah terdampak bencana. Dalam rapat koordinasi bersama DPR dan pemerintah daerah di Banda Aceh, ia mengungkapkan bahwa kondisi tersebut memaksa Kementerian Kesehatan mengambil jalur tidak langsung melalui Malaysia demi efisiensi biaya, meski menimbulkan persoalan baru di lapangan.

Tiket Mahal Bikin Relawan Harus Transit Malaysia

Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa mahalnya tiket penerbangan langsung ke Aceh membuat Kemenkes harus mencari alternatif agar relawan tetap bisa diberangkatkan tepat waktu.

“Karena kita, yang penting jalan kan, kita kirim lewat Malaysia, karena murah tuh kirim lewat Malaysia. Tiketnya bisa Rp 2 juta, Rp 3 juta,” ujar Budi.

Menurutnya, jalur ini dipilih semata-mata agar misi kemanusiaan tetap berjalan, mengingat kebutuhan tenaga kesehatan di lokasi bencana sangat mendesak.

Relawan Kemenkes Sempat Dikira Relawan Malaysia

Kebijakan transit melalui Malaysia ternyata menimbulkan dampak sosial. Saat ratusan relawan Kemenkes masuk ke Aceh dengan rute tersebut, mereka sempat disalahpahami oleh publik.

“Masuk tuh relawan Kemenkes tuh 400 dari Malaysia dengan baju biru-biru kayak gini, keluar di IG, ‘alhamdulillah relawan kesehatan Malaysia datang’,” kata Budi.

Ia mengaku merasa tidak enak karena kesalahpahaman tersebut, meski niat awal pengiriman relawan sepenuhnya untuk membantu masyarakat Aceh.

Permintaan Harga Khusus Tiket untuk Relawan Kesehatan

Menkes menilai perlu adanya kebijakan khusus terkait harga tiket pesawat bagi relawan kesehatan, mengingat mereka menjalankan tugas kemanusiaan dan membawa banyak perbekalan.

“Jadi itu permintaan pertama kita, kalau bisa kita harganya jangan terlalu jauh dengan yang lewat Malaysia. Pak Gubernur pasti merasakan, orang-orang Aceh pasti tahu. Bahwa memang muter itu, dan lebih murahnya jauh,” ujar Budi.

Ia menambahkan bahwa biaya tambahan akibat bagasi logistik juga menjadi beban tersendiri bagi para relawan.

Kemenkes Kirim Ratusan Relawan Secara Rutin

Budi mengungkapkan bahwa Kementerian Kesehatan secara rutin mengirim 700 hingga 800 tenaga kesehatan setiap dua minggu ke wilayah terdampak bencana di Sumatera, khususnya Aceh.

“Padahal kita butuh 700-800 kita kirim per 2 minggu untuk bantu teman-teman tenaga kesehatan Aceh, terutama di pos pengungsian dan desa terpencil,” imbuhnya.

Menurutnya, tingginya antusiasme tenaga medis untuk menjadi relawan harus didukung dengan kebijakan transportasi yang lebih berpihak.

Opsi Dukungan dari TNI dan Koordinasi Pemerintah

Dalam rapat tersebut, Staf Khusus Kasum TNI Brigadir Jenderal Anggit Exton menyatakan kesiapan TNI membantu mobilisasi relawan kesehatan menggunakan pesawat militer jika diperlukan. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan akan berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan agar harga tiket ke daerah bencana lebih terjangkau dan tidak memberatkan masyarakat maupun relawan.