July 1, 2026 By RB

1 Juli 2026 – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa penyebab kematian tertinggi di kalangan anggota TNI dan Polri bukan berasal dari risiko tugas di lapangan, melainkan penyakit tidak menular seperti stroke, penyakit jantung, dan diabetes. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai pengingat pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan rutin untuk mencegah penyakit yang berisiko fatal.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa banyak orang mengira ancaman terbesar bagi anggota TNI dan Polri berasal dari pertempuran atau tindakan kriminal. Namun, berdasarkan kondisi yang ia sampaikan, penyakit seperti stroke, jantung, dan diabetes justru menjadi penyebab kematian yang lebih tinggi.
Pernyataan itu disampaikan Budi saat menghadiri acara Kick Off Program Cek Kesehatan Gratis dan Skrining Tuberkulosis di Pulau Nusakambangan pada Senin (29/6).
“Sehebat-hebatnya TNI-Polri yang meninggal tertembak, kebacok, ketusuk (jumlahnya) jauh lebih sedikit daripada stroke, jantung. Percaya sama saya,” kata Budi.
Ia kembali menegaskan bahwa penyakit tidak menular menjadi ancaman kesehatan yang lebih besar dibandingkan risiko yang dihadapi saat bertugas.
“Lebih banyak tentara-polisi meninggal karena stroke, diabetes, jantung, dibanding ketembak-tertusuk di lapangan,” ujarnya.
Budi menjelaskan bahwa risiko stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal dapat ditekan apabila masyarakat rutin memantau tiga indikator kesehatan utama, yaitu kadar lemak darah, gula darah, dan tekanan darah.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting agar penyakit dapat dideteksi sejak dini sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
“Itu sebabnya harus dijaga dari lemak darah, gula darah, dan tekanan darah,” ucap Budi.
Ia menambahkan bahwa pengendalian ketiga indikator tersebut dapat menurunkan risiko sejumlah penyakit mematikan.
“Kalau tiga ini dijaga, penyebab kematian nomor 1 itu stroke, kedua jantung, kanker, dan ginjal. Kalau ketiga tadi dijaga, penyakit nomor 2, dan 4, itu bisa terkendali,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Budi juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sehingga faktor risiko penyakit dapat diketahui lebih awal.
Menurut Budi, apabila masyarakat mampu menjaga kadar lemak darah, gula darah, dan tekanan darah tetap normal, maka angka harapan hidup berpotensi meningkat hingga mencapai sekitar 74 tahun. Langkah preventif ini dinilai menjadi kunci untuk menekan angka kematian akibat penyakit tidak menular di Indonesia.
Related Tags & Categories :