Leet Media

LPG Melon Mau Diganti, Bahlil Ungkap Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Segera Rampung

June 29, 2026 By RB

29 Juni 2026 – Pemerintah terus mengupayakan pengurangan ketergantungan terhadap impor LPG melalui pemanfaatan sumber energi gas alam yang melimpah di dalam negeri. Salah satu langkah yang kini tengah dipersiapkan adalah penggunaan tabung Compressed Natural Gas (CNG) ukuran 3 kilogram sebagai alternatif LPG subsidi atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai LPG Melon. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut uji coba tabung CNG 3 kg telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan selesai pada Juli hingga Agustus 2026.

Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Masuk Tahap Ketiga

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah bersama Pertamina saat ini sedang menjalankan tahap ketiga uji coba tabung CNG untuk kebutuhan rumah tangga. Pernyataan tersebut disampaikan usai meresmikan Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas di Tuban, Jawa Timur, Kamis (25/6/2026).

Sekarang lagi diuji coba tahap ketiga. Insyaallah, doain, Juli ini atau Agustus sudah bisa kami selesaikan,” ujar Bahlil.

Menurutnya, apabila seluruh tahapan pengujian berjalan sesuai rencana, pemerintah akan mulai mendorong implementasi CNG secara bertahap di sejumlah wilayah yang dinilai siap menggunakan teknologi tersebut.

Kalau itu (uji coba) selesai, baru kami bisa dorong secara massal untuk beberapa tempat yang bisa kami lakukan,” tambahnya.

CNG Bukan Teknologi Baru Sudah Dipakai di Hotel dan Program MBG

Bahlil menegaskan bahwa penggunaan Compressed Natural Gas bukanlah hal baru di Indonesia. Sebelum diuji untuk kebutuhan rumah tangga melalui tabung 3 kilogram, CNG telah lebih dulu digunakan dalam tabung berukuran 12 kilogram dan 50 kilogram.

Nah, CNG ini sekarang sudah masuk dalam tahap ketiga untuk gas tabung 3 kilogramnya, bersama Pertamina,” kata Bahlil.

Ia menjelaskan bahwa tabung CNG berkapasitas lebih besar telah dimanfaatkan di berbagai sektor komersial, seperti hotel, restoran, kafe, hingga dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kalau CNG yang 12 kilogram, 50 kilogram, itu sudah ada diimplementasikan di dapur-dapur MBG, di industri hotel, restoran, itu sudah pakai CNG,” ujarnya.

Keberhasilan implementasi di sektor komersial menjadi salah satu alasan pemerintah optimistis bahwa teknologi serupa juga dapat diterapkan untuk kebutuhan rumah tangga setelah seluruh proses pengujian selesai.

Tantangan Utama Berada pada Aspek Teknis

Meski dinilai menjanjikan, pemerintah mengakui bahwa penerapan tabung CNG 3 kilogram memiliki tantangan teknis yang tidak sederhana.

Tekanan Gas CNG Jauh Lebih Tinggi Dibanding LPG

Bahlil menjelaskan bahwa tekanan gas pada tabung CNG mencapai sekitar 200 hingga 250 bar. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan tekanan LPG yang hanya berada pada kisaran 5 hingga 10 bar.

Perbedaan tekanan tersebut membuat pemerintah harus memastikan seluruh aspek keselamatan, mulai dari desain tabung, sistem penyimpanan, distribusi, hingga penggunaan oleh masyarakat benar-benar memenuhi standar keamanan sebelum diterapkan secara luas.

Pemerintah Ingin Kurangi Ketergantungan Impor LPG

Selain alasan teknis, pengembangan tabung CNG juga menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional.

Bahlil mengungkapkan bahwa konsumsi LPG Indonesia saat ini mencapai lebih dari 8,5 juta metrik ton setiap tahun. Sementara itu, produksi LPG nasional baru sekitar 1,91 juta metrik ton sehingga sekitar 7,47 juta metrik ton masih harus dipenuhi melalui impor.

Ketergantungan impor tersebut dinilai membebani anggaran negara sekaligus membuat pasokan energi domestik rentan terhadap fluktuasi harga global.

Karena itu, pemerintah terus mencari alternatif energi yang berasal dari sumber daya dalam negeri agar Indonesia memiliki tingkat kemandirian energi yang lebih tinggi.

CNG Dinilai Punya Keunggulan karena Menggunakan Gas Alam Dalam Negeri

Salah satu keunggulan utama CNG dibanding LPG adalah seluruh bahan bakunya berasal dari gas alam yang tersedia melimpah di Indonesia. Hal ini membuat pemerintah optimistis penggunaan CNG dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga.

Optimisme tersebut juga didukung oleh ditemukannya cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi dialokasikan untuk kebutuhan domestik. Dengan memanfaatkan sumber daya gas alam nasional, pemerintah berharap ketergantungan terhadap LPG impor dapat terus ditekan sekaligus memperkuat kemandirian dan kedaulatan energi Indonesia.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa implementasi tabung CNG 3 kilogram baru akan dilakukan setelah seluruh proses uji coba dinyatakan berhasil dan seluruh aspek keamanan dipastikan memenuhi standar yang berlaku.

Related Tags & Categories :

highlight