Leet Media

Kasus Es Gabus Berujung Damai, Polisi dan TNI Cium Tangan Suderajat yang Dituduh Pakai Spons

January 29, 2026 By pj

29 Januari 2026 – Kasus dugaan penjualan es gabus berbahan spons yang menimpa Suderajat (49), pedagang es keliling di Kemayoran, Jakarta Pusat, berakhir damai setelah aparat TNI dan Polri menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Permohonan maaf ini dilakukan menyusul hasil pemeriksaan laboratorium yang menyatakan seluruh produk es milik Suderajat aman dan layak dikonsumsi.

Permintaan Maaf Aparat kepada Pedagang Es Gabus

Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Serda Heri Purnomo mendatangi Suderajat di mushala Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Selasa (27/1/2026) malam. Dalam pertemuan tersebut, keduanya terlihat mencium tangan dan memeluk Suderajat sebagai bentuk penyesalan atas tindakan sebelumnya.

“Izin saya Ikhwan, bersama Pak Heri datang kemari didampingi teman-teman, kami ingin memohon maaf sebesar-besarnya atas yang terjadi, tidak ada niat sengaja untuk melukai bapak,” ucap Ikhwan.

Serda Heri Purnomo juga menyampaikan permohonan maaf secara langsung. “Saya minta maaf dari dalam hati yang paling dalam ke Pak Suderajat. Saya minta maaf yang paling dalam ya pak, sehat selalu,” ujarnya.

Hasil Pemeriksaan Laboratorium Produk Es Gabus

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra membenarkan pertemuan tersebut dan menyampaikan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap seluruh produk dagangan Suderajat. Berdasarkan pemeriksaan Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya, es gabus, es kue, agar-agar, dan cokelat meses milik Suderajat dinyatakan aman.

“Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas: Produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya,” jelas Roby.

Untuk memastikan ketenangan publik, sampel juga dikirim ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik Polri, sementara hasil resmi masih menunggu proses uji lanjutan.

Kronologi Tuduhan Es Gabus Berbahan Spons

Peristiwa bermula pada Sabtu (24/1/2026) saat Suderajat berjualan di kawasan Kemayoran. Ia mengaku didatangi beberapa orang yang berpura-pura membeli es, lalu menuduh dagangannya berbahan spons dan berbahaya.

“Pertama (mereka) datang beli es kue, terus esnya dibejek-bejek. Kata Bapaknya itu es racun,” ujar Suderajat.

Ia juga mengaku mengalami kekerasan fisik. “Muka saya dilempar pakai es kue. Saya luka nih goresan berdarah. Ditendang juga pakai sepatu bot sampai mental,” ungkapnya.

Evaluasi Internal dan Bantuan untuk Suderajat

Pihak TNI dan Polri menyatakan akan melakukan evaluasi internal serta memberikan sanksi disiplin kepada anggota yang terlibat. Selain itu, Kodim 0501/Jakarta Pusat memberikan bantuan berupa satu unit kulkas, dispenser, dan kasur springbed untuk mendukung usaha serta kebutuhan keluarga Suderajat.

“Kami mendampingi pedagang es gabus itu, sekaligus memberikan bantuan untuk mendukung kegiatan usahanya,” demikian rilis resmi Kodim.

Kodim juga menegaskan peristiwa ini menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang kembali.