Leet Media

Jakarta Jadi Salah Satu Kota Termahal di Asia, Melampaui Ho Chi Minh City dan New Delhi

February 24, 2025 By Diva Permata Jaen

KLM Iran

25 Februari 2025 – Jakarta menempati peringkat ke-8 sebagai kota dengan biaya hidup termahal di Asia. Faktor utama yang mendorong tingginya biaya hidup di ibu kota Indonesia ini adalah mahalnya harga barang, properti, serta biaya hidup sehari-hari. Selain itu, faktor inflasi, perkembangan ekonomi, dan tren gaya hidup juga turut mempengaruhi peringkat Jakarta dalam daftar kota-kota termahal di dunia. Artikel ini akan membahas lebih lanjut faktor-faktor penyebab tingginya biaya hidup di Jakarta serta bagaimana pengaruhnya terhadap masyarakat.

Daftar Kota Termahal di Asia

Berikut adalah daftar kota-kota termahal di Asia menurut CNBC berdasarkan biaya hidup dan pendapatan rata-rata penduduknya:

  1. Singapura: 6,1 juta jiwa, pendapatan $9.333/bulan
  2. Hong Kong: 7,7 juta jiwa, pendapatan $9.134/bulan
  3. Seoul: 10 juta jiwa, pendapatan $6.651/bulan
  4. Tokyo: 37 juta jiwa, pendapatan $6.065/bulan
  5. Shanghai: 29,9 juta jiwa, pendapatan $5.027/bulan
  6. Bangkok: 11,2 juta jiwa, pendapatan $3.968/bulan
  7. Manila: 14,9 juta jiwa, pendapatan $3.828/bulan
  8. Jakarta: 11,4 juta jiwa, pendapatan $2.992/bulan
  9. Ho Chi Minh City: 9,6 juta jiwa, pendapatan $2.093/bulan
  10. Delhi: 33,8 juta jiwa, pendapatan $2.110/bulan

Mengapa Jakarta Masuk dalam Daftar Kota Termahal di Asia

1. Harga Barang Mewah yang Tinggi

Salah satu faktor utama yang membuat Jakarta menjadi kota mahal adalah harga barang-barang mewah yang melampaui daya beli banyak penduduknya. Beberapa kategori barang yang memiliki harga lebih tinggi dibandingkan rata-rata di Asia antara lain:

Hal ini disebabkan oleh tingginya pajak impor dan biaya distribusi, yang membuat harga barang-barang ini jauh lebih mahal dibandingkan kota lain di kawasan Asia.

2. Harga Properti yang Melonjak

Pasar properti di Jakarta terus mengalami kenaikan harga yang signifikan, terutama karena permintaan yang tinggi dari kelas menengah yang terus bertambah. Harga sewa apartemen dan rumah tinggal di pusat kota Jakarta tergolong mahal, menjadikannya tantangan besar bagi mereka yang ingin memiliki hunian di ibu kota.

Faktor utama yang menyebabkan harga properti di Jakarta meningkat antara lain:

3. Biaya Hidup Sehari-hari yang Tinggi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), biaya hidup di Jakarta pada tahun 2024 mencapai Rp 14.394.990 per bulan. Angka ini terus meningkat dibandingkan survei sebelumnya.

Faktor utama yang membuat biaya hidup tinggi meliputi:

4. Transportasi dan Mobilitas di Jakarta

Meskipun Jakarta memiliki sistem transportasi umum yang semakin berkembang seperti MRT, LRT, dan TransJakarta, banyak masyarakat yang masih memilih menggunakan kendaraan pribadi atau ojek online untuk efisiensi waktu. Penggunaan kendaraan pribadi sering kali meningkatkan pengeluaran individu karena:

Upah Minimum vs. Biaya Hidup

Meskipun Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta pada tahun 2025 telah naik menjadi Rp 5.396.761, jumlah ini masih jauh di bawah rata-rata biaya hidup yang mencapai hampir Rp 15 juta per bulan. Ini berarti banyak penduduk Jakarta harus mencari sumber penghasilan tambahan atau mengatur pengeluaran dengan lebih ketat agar dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Menurut perencana keuangan, gaji sebesar Rp 5 juta per bulan sebenarnya cukup untuk hidup di Jakarta jika seseorang mampu mengatur pengeluaran dengan bijak. Namun, gaya hidup yang konsumtif seperti sering nongkrong di kafe, membeli barang viral karena tren media sosial, dan kurangnya perencanaan keuangan bisa menyebabkan seseorang merasa gajinya tidak mencukupi.

Jakarta menempati peringkat ke-8 dalam daftar kota termahal di Asia karena berbagai faktor seperti harga barang mewah yang tinggi, biaya properti yang meningkat, serta tingginya biaya hidup sehari-hari. Dibandingkan kota-kota lain di Asia, pendapatan rata-rata masyarakat Jakarta masih lebih rendah, sehingga menambah tantangan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan agar dapat bertahan di tengah tingginya biaya hidup di Jakarta.

Related Tags & Categories :

highlight