June 17, 2026 By RB

17 Juni 2026 – Kasus pengeroyokan yang diduga dipicu oleh ejekan verbal kembali terjadi di Kabupaten Bangkalan, Madura. Seorang pemuda asal Surabaya berinisial MR (22) menjadi korban pengeroyokan setelah terlibat cekcok dengan sekelompok pemuda saat nongkrong di kawasan Stadion Gelora Bangkalan. Peristiwa ini kini tengah ditangani oleh Satreskrim Polres Bangkalan untuk mengungkap pelaku dan memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.
Insiden pengeroyokan terjadi di Jalan Raya Besel, Kecamatan Burneh, Bangkalan, pada Sabtu malam, 13 Juni. Berdasarkan keterangan kepolisian, korban saat itu sedang berkumpul bersama tiga rekannya di area Stadion Gelora Bangkalan (SGB).
Di lokasi yang sama, terdapat kelompok pemuda lain yang berjumlah sekitar tujuh orang. Awalnya, kedua kelompok hanya berada di tempat yang sama tanpa adanya konflik. Namun, situasi berubah setelah muncul kesalahpahaman yang memicu ketegangan di antara mereka.
Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, insiden tersebut berawal dari interaksi saat nongkrong bersama.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, jadi untuk korban ini berawal ketika berada di suatu tempat nongkrong bersama. Namun terjadi kesalahpahaman dengan teman nongkrongnya,” kata Agung.
Menurut informasi yang diperoleh penyidik, korban diduga menjadi sasaran ejekan dengan sebutan “skena” oleh kelompok pemuda tersebut. Sebutan itu kemudian memicu rasa tersinggung dan berkembang menjadi pertengkaran.
Agung mengatakan bahwa kesalahpahaman yang awalnya terjadi saat nongkrong berlanjut hingga ke lokasi kejadian dan memicu aksi kekerasan.
“Kemudian kesalahpahaman itu berlanjut di TKP karena korban dan teman-temannya ini merasa tersinggung kemudian terjadilah pertengkaran. Infonya seperti itu (diejek dengan kata ‘skena’),” ujarnya.
Perdebatan yang terjadi akhirnya berubah menjadi aksi pengeroyokan terhadap korban. Situasi yang memanas membuat warga sekitar berusaha turun tangan untuk menghentikan keributan tersebut.
Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu berupaya melerai dan menghentikan aksi pengeroyokan. Namun, sebelum berhasil diamankan, para pelaku diketahui langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Tak lama kemudian, aparat kepolisian datang ke lokasi dan segera melakukan penanganan terhadap korban.
Setelah menerima laporan kejadian, petugas kepolisian langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Kondisi korban menjadi perhatian utama sebelum proses penyelidikan dilanjutkan.
Pihak Polres Bangkalan saat ini masih mengumpulkan keterangan saksi dan mendalami identitas para pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.
“Untuk korban sudah kita bawa ke rumah sakit dan kasusnya sedang ditangani oleh Satreskrim Polres Bangkalan,” kata Agung.
Kasus ini menjadi contoh bagaimana ejekan atau candaan yang dianggap merendahkan dapat memicu konflik yang berujung pada tindak kekerasan. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya kalangan anak muda, untuk lebih bijak dalam berinteraksi dan menghindari tindakan yang dapat memancing emosi serta memicu pertikaian.
Sementara itu, penyelidikan masih terus berlangsung guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Related Tags & Categories :