July 20, 2026 By RB

20 Juli 2026 – Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri akhirnya mengakhiri penantian panjang dengan meraih gelar juara Japan Open 2026. Kemenangan ini menjadi momen penting bagi ganda putra Indonesia setelah hampir satu tahun tanpa gelar juara. Kesuksesan tersebut juga menjadi sinyal kebangkitan pasangan peringkat dua dunia yang sebelumnya beberapa kali harus puas menjadi runner-up di berbagai turnamen BWF World Tour.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses menjadi juara ganda putra Japan Open 2026 usai menaklukkan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Pada laga final yang berlangsung di Gymnasium Metropolitan Tokyo, Minggu (19/7), pasangan Indonesia tampil solid sejak awal pertandingan. Mereka berhasil mengatasi perlawanan sengit Kim/Seo dengan skor langsung 21-19 dan 21-17.
Kemenangan tersebut terasa semakin spesial karena menjadi gelar pertama Fajar/Fikri sejak menjuarai China Open 2025 pada Juli tahun lalu. Selama hampir satu musim penuh, keduanya berkali-kali nyaris naik podium tertinggi namun selalu gagal di partai final.
Selepas sukses di China Open 2025, perjalanan Fajar/Fikri dipenuhi tantangan. Mereka beberapa kali berhasil menembus final, tetapi harus puas menjadi runner-up.
Pasangan Indonesia itu finis sebagai runner-up di Korea Open, French Open, Denmark Open, Australia Open, hingga Singapore Open 2026. Rentetan hasil tersebut membuat gelar juara terasa semakin sulit diraih.
Namun, kerja keras, konsistensi, dan kesabaran akhirnya membuahkan hasil di Japan Open 2026. Gelar ini sekaligus mengakhiri puasa gelar selama hampir satu tahun.
Fajar mengaku sangat bersyukur bisa kembali berdiri di podium tertinggi setelah melewati masa-masa yang tidak mudah.
“Pertama-tama alhamdulillah bersyukur diberikan kelancaran dan bisa menyabet gelar di Japan Open ini. Penantian hampir satu tahun setelah juara di China Open 2025. Semoga ini jadi awal dari kebangkitan kami untuk bisa meraih gelar-gelar berikutnya,” kata Fajar dalam rilis PBSI.
Mengalahkan Kim Won Ho dan Seo Seung Jae bukan perkara mudah. Sebelum final Japan Open 2026, Fajar/Fikri tercatat kalah dalam tiga dari empat pertemuan melawan pasangan Korea Selatan tersebut.
Menurut Fajar, salah satu kekuatan terbesar Kim/Seo adalah pertahanan mereka yang sangat sulit ditembus. Karena itu, dirinya bersama Fikri memilih bermain lebih disiplin dan fokus menjalankan strategi yang telah disiapkan tim pelatih.
“Kelebihan Kim/Seo adalah kemampuan mereka membalikkan bola-bola yang sebenarnya sudah menyulitkan, punya pertahanan yang sangat luar biasa tapi di pertemuan kali ini kami selalu bisa waspadai hal itu dan kami lebih disiplin menerapkan strategi.”
Disiplin dalam menerapkan pola permainan membuat pasangan Indonesia mampu mengendalikan jalannya pertandingan, terutama pada poin-poin krusial di kedua gim.
Keberhasilan menjuarai Japan Open 2026 juga memiliki makna emosional bagi Fajar Alfian. Pebulu tangkis berusia 31 tahun itu mempersembahkan gelar tersebut kepada sang istri.
“Gelar ini saya persembahkan secara khusus untuk istri saya karena ini gelar pertama setelah menikah,” ujar Fajar.
Sementara itu, Muhammad Shohibul Fikri juga mengaku bangga karena kerja keras dan kesabaran mereka akhirnya terbayar.
Menurut Fikri, kemenangan atas Kim/Seo tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknik, tetapi juga komunikasi yang berjalan sangat baik antara dirinya, Fajar, dan tim pelatih sepanjang pertandingan.
“Mereka bukan lawan yang mudah. Mereka bermain sangat baik. Hanya tadi di lapangan kami bisa lebih solid aja, bisa lebih bisa dominan melakukan strategi dengan tepat. Komunikasi dengan partner dan pelatih pun sangat berjalan baik jadi semua yang disiapkan berjalan dengan baik dari awal sampai akhir,” katanya.
Fikri pun mendedikasikan gelar tersebut untuk keluarga, orang-orang terdekat, serta para pendukung yang terus memberikan doa dan semangat.
“Gelar ini untuk saya sendiri, buah dari kesabaran selama ini. Untuk keluarga dan orang-orang yang saya cintai dan seluruh suporter yang selalu mendukung dan mendoakan kami,” ujar Fikri.
Keberhasilan menjuarai Japan Open 2026 menjadi modal berharga bagi Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri menghadapi turnamen-turnamen besar berikutnya dalam kalender BWF World Tour.
Selain mengakhiri puasa gelar selama hampir setahun, kemenangan atas pasangan nomor satu dunia juga menjadi bukti bahwa Fajar/Fikri masih menjadi salah satu ganda putra terbaik di dunia. Jika mampu menjaga konsistensi permainan seperti yang ditunjukkan di Tokyo, peluang mereka untuk menambah koleksi gelar pada sisa musim 2026 terbuka sangat lebar.
Related Tags & Categories :