Leet Media

Dianggap Mirip Judi, Pemerintah Singapura Rancang Regulasi Penjualan Blind Box

February 22, 2026 By pj

22 Februari 2026 – Pemerintah Singapura tengah menyiapkan regulasi khusus untuk mengendalikan penjualan produk blind box atau kotak misteri, menyusul kekhawatiran praktik pemasaran produk tersebut yang dinilai mendorong perilaku mirip perjudian. Langkah ini muncul di tengah meningkatnya popularitas blind box di kalangan anak muda dan kolektor, sekaligus kekhawatiran regulator terhadap dampak psikologis dan potensi risiko kecanduan, terutama bagi anak di bawah umur.

Apa Itu Blind Box dan Mengapa Dipersoalkan

Blind box merupakan produk ritel—umumnya mainan atau barang koleksi—yang dijual dalam kemasan tertutup tanpa mengungkap isi di dalamnya hingga setelah dibeli. Konsumen membayar untuk kesempatan mendapatkan item tertentu, termasuk versi langka yang bernilai tinggi. Skema ini membuat pembeli tidak mengetahui secara pasti barang yang diperoleh hingga kemasan dibuka.

Fenomena ini kian populer di berbagai negara, termasuk Singapura. Banyak orang memburu blind box karena rasa penasaran terhadap isi di dalamnya, bahkan tidak sedikit yang menikmati sensasi saat membuka kemasan atau unboxing. Namun, para pembela konsumen dan pembuat kebijakan menyuarakan kekhawatiran bahwa mekanisme tersebut menyerupai perjudian karena berbasis peluang dan probabilitas.

Popularitas blind box juga meluas ke ranah digital melalui mekanisme gacha dalam game online dan aplikasi seluler, yang sama-sama mengandalkan sistem hadiah acak. Praktik berbasis peluang ini dinilai berpotensi mendorong perilaku impulsif dalam berbelanja.

Pemerintah Singapura Rancang Regulasi Baru

Menteri Dalam Negeri Singapura K. Shanmugam menegaskan bahwa pemerintah sedang merancang aturan untuk mengatur penjualan blind box.

“Peraturan sedang dirancang,” tegas dia dalam keterangan tertulis pada Kamis (12/2).

Ia menjelaskan bahwa salah satu poin yang dipertimbangkan adalah kewajiban bagi penjual untuk mengungkapkan peluang atau probabilitas memperoleh barang tertentu secara jelas dan terstandarisasi.

“Rekan-rekan sesama anggota parlemen menyarankan untuk memiliki pengungkapan peluang dan probabilitas yang wajib dan terstandarisasi. Itu akan menjadi salah satu poin yang akan dipertimbangkan untuk peraturan tersebut,” tambah Shanmugam.

Dalam kesempatan lain, ia juga menyampaikan hal serupa saat menjawab pertanyaan anggota parlemen Dennis Tan.

“Peraturan sedang disusun. Saran anggota untuk mewajibkan pengungkapan peluang dan probabilitas secara standar akan menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan dalam peraturan tersebut,” kata Shanmugam dalam jawaban tertulis seperti dikutip dari laman CNA News, Rabu 18 Februari 2026.

Selain itu, ia kembali menegaskan arah kebijakan tersebut.

“Regulasinya sedang dirancang,” kata Shanmugam dalam tanggapan secara tertulis kepada pertanyaan Dennis Tan.

“Saran anggota parlemen untuk memiliki pengungkapan peluang dan probabilitas yang wajib dan terstandarisasi akan menjadi salah satu poin yang akan dipertimbangkan untuk regulasi tersebut,” jelasnya.

Peran Otoritas Regulasi Perjudian

Shanmugam menjelaskan bahwa kementeriannya bersama Otoritas Pengatur Perjudian telah mempelajari persoalan blind box dan memutuskan untuk menetapkan ketentuan terkait cara penawarannya.

Undang-undang Pengendalian Perjudian yang berlaku di Singapura memungkinkan beberapa jenis layanan perjudian berisiko rendah, seperti undian berhadiah, ditawarkan di bawah rezim lisensi kelas tanpa perlu mengajukan lisensi khusus. Detail lebih lanjut mengenai ketentuan lisensi kelas untuk mystery box akan diumumkan kemudian.

Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah memandang praktik blind box berada di wilayah abu-abu antara perdagangan ritel dan mekanisme berbasis peluang yang menyerupai perjudian.

Kekhawatiran Soal Dampak Psikologis dan Anak Muda

Meski digandrungi kolektor, regulator dan kritikus semakin memandang praktik ini sebagai taktik predator yang berisiko, terutama bagi anak di bawah umur yang lebih rentan terhadap dorongan impulsif belanja dan perjudian berdasarkan peluang menang.

Badan layanan sosial TOUCH Community Services sebelumnya juga menyoroti potensi bahaya aktivitas berbasis peluang seperti blind box.

“Normalisasi yang semakin meningkat dari permainan dan aktivitas berbasis peluang, seperti pembelian blind box, menimbulkan kekhawatiran serius, terutama bagi anak-anak dan remaja. Kegiatan ini menghadirkan sensasi ketidakpastian dan potensi hadiah, yang bisa dengan cepat berkembang menjadi perilaku kompulsif. Kadar dopamin yang dilepaskan saat membuka blind box dapat memicu sistem reward di otak yang sangat kuat, sehingga bisa menimbulkan kecanduan,” kata konselor utama di departemen konseling dan intervensi organisasi tersebut, Shawn Soh.

Pernyataan ini memperkuat argumen bahwa regulasi diperlukan untuk memastikan praktik penjualan blind box tidak menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.

Industri Blind Box dan Respons Pelaku Usaha

Model bisnis blind box telah mendorong lonjakan penjualan sejumlah produsen mainan, termasuk Pop Mart yang diketahui memiliki enam gerai di Singapura. Popularitasnya memperlihatkan potensi ekonomi yang besar, namun juga menghadirkan tantangan regulasi.

Hingga kini, Pop Mart belum memberikan tanggapan mengenai rencana pengaturan tersebut. Sementara itu, pemerintah Singapura menegaskan komitmennya untuk merumuskan aturan yang lebih jelas guna menyeimbangkan kepentingan industri, perlindungan konsumen, serta pencegahan risiko perilaku mirip judi.