April 3, 2025 By Diva Permata Jaen
3 April 2025 – Kemacetan menjadi salah satu tantangan utama di berbagai kota besar di dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan laporan terbaru dari TomTom Traffic Index 2024, Bandung kini dinobatkan sebagai kota paling macet di Indonesia, mengalahkan Jakarta yang selama ini dikenal dengan kemacetannya. Laporan ini mengukur tingkat kemacetan berdasarkan waktu tempuh rata-rata per 10 km di lebih dari 500 kota di 62 negara.
Metodologi TomTom Traffic Index dalam Mengukur Kemacetan
TomTom Traffic Index menggunakan data perjalanan secara real-time dengan memanfaatkan teknologi Floating Car Data (FCD) yang berasal dari perangkat GPS di kendaraan pengguna. Analisis dilakukan berdasarkan tiga faktor utama:
Berdasarkan analisis ini, laporan TomTom Traffic Index 2024 menunjukkan peringkat kota-kota dengan kemacetan terburuk di Indonesia.
Lima Kota Termacet di Indonesia Tahun 2024
1. Bandung (Peringkat ke-12 Dunia)
Sebagai ibu kota Provinsi Jawa Barat, Bandung menempati peringkat pertama sebagai kota paling macet di Indonesia. Dengan waktu tempuh rata-rata 32 menit 37 detik per 10 km, tingkat kemacetan di Bandung mencapai 48%. Akibatnya, pengendara kehilangan sekitar 108 jam per tahun akibat macet di jam sibuk.
2. Medan (Peringkat ke-15 Dunia)
Medan berada di posisi kedua dengan rata-rata waktu tempuh 32 menit 3 detik per 10 km dan tingkat kemacetan sebesar 40%. Kota terbesar di Sumatera ini mengalami peningkatan kemacetan sebesar 10 detik dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total waktu yang terbuang mencapai 111 jam per tahun.
3. Palembang (Peringkat ke-53 Dunia)
Palembang menempati posisi ketiga dengan rata-rata waktu tempuh 27 menit 55 detik per 10 km dan tingkat kemacetan 41%. Pengendara di kota ini kehilangan sekitar 94 jam per tahun akibat kemacetan yang terjadi di jam sibuk.
4. Surabaya (Peringkat ke-70 Dunia)
Surabaya, sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, berada di peringkat keempat dengan rata-rata waktu tempuh 26 menit 59 detik per 10 km. Meski tingkat kemacetan di kota ini sebesar 31%, waktu yang hilang akibat kemacetan mencapai 76 jam per tahun.
5. Jakarta (Peringkat ke-25 Dunia)
Jakarta, yang selama ini dikenal sebagai kota termacet di Indonesia, kini hanya berada di posisi kelima. Dengan waktu tempuh rata-rata 25 menit 31 detik per 10 km, tingkat kemacetan di Jakarta mencapai 43%. Pengendara di ibu kota kehilangan sekitar 108 jam per tahun akibat macet, sama seperti di Bandung.
Faktor Penyebab Kemacetan di Kota-Kota Indonesia
Beberapa faktor utama yang menyebabkan tingkat kemacetan tinggi di kota-kota besar di Indonesia meliputi:
Laporan TomTom Traffic Index 2024 menunjukkan bahwa Jakarta bukan lagi kota paling macet di Indonesia, melainkan Bandung. Kota-kota besar lainnya seperti Medan, Palembang, dan Surabaya juga menghadapi tantangan kemacetan yang signifikan. Dengan meningkatnya jumlah kendaraan dan pertumbuhan populasi, diperlukan solusi inovatif dalam transportasi dan tata kota agar kemacetan dapat dikurangi dan mobilitas masyarakat lebih efisien.
Pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan dapat meningkatkan investasi dalam transportasi publik, memperbaiki infrastruktur jalan, serta menerapkan kebijakan yang dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Dengan demikian, tingkat kemacetan di Indonesia dapat diminimalkan di masa mendatang.