August 11, 2026 By RB

11 Agustus 2026 – Pemerintah dan perusahaan pengembang di China menghadirkan solusi transportasi unik bagi anak-anak pedalaman di Provinsi Yunnan dengan membangun dua lift tebing setinggi hampir 300 meter. Lift yang dijuluki sebagai “bus sekolah langit” ini memungkinkan siswa dari Desa Nizhuhe mencapai sekolah dengan lebih aman, cepat, dan gratis dibandingkan harus melewati jalur pegunungan curam yang selama ini berisiko tinggi.
Lift kaca tersebut terletak di Ngarai Nizhuhe, wilayah terpencil di barat daya China yang dikelilingi tebing-tebing terjal. Proyek terbaru bernama Fuyao baru saja rampung dibangun dan melengkapi lift Qingyun yang telah beroperasi sekitar empat tahun sebelumnya.
Menurut laporan Global People, kedua lift ini dirancang untuk menghubungkan Desa Nizhuhe di dasar ngarai dengan dataran tinggi tempat SD Desa Guanzhai berada. Sekitar 20 anak dari desa sekitar kini dapat memanfaatkan fasilitas tersebut setiap hari untuk pergi ke sekolah.
Chairman Xuanwei Yatuo Tourism Development, Cai Xiong, menjelaskan bahwa lift Fuyao melintasi dinding tebing tegak lurus setinggi 288 meter, sekitar 20 meter lebih tinggi dibandingkan Qingyun.
“Fuyao bergerak dari dasar ke puncak hanya dalam waktu 50 detik, hampir dua kali lebih cepat dibandingkan Qingyun. Lift ini juga mampu mengangkut hingga 81 penumpang sekaligus, hampir dua kali lipat dari kapasitas sebelumnya,” kata Cai.
Sebelum adanya lift tebing, warga hanya bisa mencapai puncak melalui jalan setapak sempit yang berkelok-kelok di lereng gunung. Jalur tersebut memiliki pijakan kaki yang dipahat langsung pada bebatuan dan hanya dilengkapi rantai sebagai pegangan pengaman.
Kini, anak-anak cukup berjalan sekitar satu kilometer dari rumah menuju titik keberangkatan lift. Setelah naik ke atas tebing secara gratis, mereka melanjutkan perjalanan menggunakan kereta gantung yang terhubung dengan kawasan sekolah.
Dengan sistem transportasi baru ini, waktu tempuh menuju sekolah menjadi kurang dari 30 menit, jauh lebih singkat dibandingkan perjalanan sebelumnya yang melelahkan dan berbahaya.
Nama kedua lift tersebut diambil dari karya sastra klasik China dan memiliki filosofi yang berkaitan dengan pendidikan dan cita-cita.
Nama Qingyun menggambarkan makna “membumbung tinggi ke angkasa”, melambangkan harapan agar generasi muda dapat meraih masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Fuyao dapat diterjemahkan sebagai “mengejar cita-cita yang lebih tinggi”, sejalan dengan tujuan proyek untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah terpencil.
Selain membantu akses pendidikan, keberadaan lift tebing ini juga membawa perubahan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar Ngarai Nizhuhe.
Sejak lift Qingyun beroperasi, kawasan wisata ngarai tersebut telah menerima lebih dari 1 juta pengunjung. Kehadiran Fuyao diperkirakan akan semakin meningkatkan daya tarik wisata karena menawarkan pengalaman melihat panorama ngarai dari lift kaca yang menempel langsung pada tebing curam.
Dengan kapasitas gabungan 1.200 penumpang per jam, jumlah kunjungan harian pada musim ramai meningkat drastis dari sekitar 4.000 menjadi 15.000 orang.
Cai Xiong mengatakan bahwa tren pertumbuhan wisata tersebut diperkirakan terus berlanjut.
“Jika tren ini terus berlanjut, kami memperkirakan akan ada lebih dari 600.000 wisatawan tahun depan, dengan proyeksi pendapatan dari lift melampaui 3 juta yuan atau sekitar Rp7,9 miliar,” ujarnya.
Peningkatan kunjungan wisata turut membuka lapangan kerja baru, mulai dari operator transportasi, pemandu wisata, hingga pelaku usaha kecil di desa sekitar.
Pembangunan lift tebing Fuyao dan Qingyun menunjukkan bagaimana teknologi infrastruktur dapat digunakan untuk menjawab persoalan nyata di wilayah pegunungan yang sulit dijangkau. Proyek ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana wisata, tetapi juga menjadi akses pendidikan yang vital bagi anak-anak pedalaman Yunnan.
Dengan menggabungkan lift vertikal berkecepatan tinggi dan kereta gantung, China berhasil menciptakan sistem transportasi yang aman, efisien, dan ramah bagi masyarakat lokal. Inovasi ini menjadi contoh menarik bagaimana pembangunan infrastruktur dapat memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata di daerah terpencil.
Related Tags & Categories :