March 12, 2025 By Rio Baressi
12 Maret 2025 – Di tengah perjuangan Gen Z mencari pekerjaan, muncul perdebatan tentang perbedaan sistem lowongan kerja di Indonesia dan Malaysia. Banyak yang menilai bahwa proses rekrutmen di Indonesia terlalu berbelit-belit dan kurang memberikan kejelasan, sehingga memunculkan keprihatinan. Apakah sudah saatnya Indonesia belajar dari negara tetangga?
Lowongan kerja di Indonesia sering kali dianggap lebih menyerupai audisi daripada seleksi berdasarkan keterampilan. Banyak perusahaan yang menetapkan syarat seperti:
Hal ini diperparah dengan minimnya informasi yang disediakan, seperti rincian gaji dan deskripsi pekerjaan. Kondisi ini membuat para pencari kerja, terutama generasi muda, merasa frustasi dan terbatas dalam memilih karier yang sesuai.
Di sisi lain, lowongan kerja di Malaysia memiliki pendekatan yang lebih sederhana dan langsung ke inti. Sebagai contoh:
Pendekatan ini memberikan kejelasan dan kemudahan bagi para pencari kerja untuk membuat keputusan.
Banyak Gen Z yang merasa terbebani dengan standar rekrutmen di Indonesia. Tingginya ekspektasi terhadap kriteria penampilan dan minimnya fokus pada keterampilan membuat banyak dari mereka kehilangan motivasi. Tidak mengherankan jika tingkat pengangguran di kalangan Gen Z semakin meningkat.
Sudah saatnya Indonesia mereformasi sistem rekrutmen agar lebih inklusif dan fokus pada keterampilan. Lowongan kerja idealnya dirancang untuk menarik talenta yang berkualitas, bukan berdasarkan penampilan semata. Hal ini tidak hanya membantu para pencari kerja, tetapi juga memperkuat daya saing perusahaan.
Related Tags & Categories :