Leet Media

Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games Tembus Rp 3 Miliar, Total Anggaran Capai Rp 158,3 Miliar

October 30, 2026 By RB

Pemerintah memberikan bonus hingga Rp 3 miliar kepada atlet Indonesia yang berhasil meraih medali emas di ajang Asian Games dan Asian Para Games. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto kepada para atlet, pelatih, ofisial, dan pimpinan cabang olahraga dalam pertemuan di Istana Kepresidenan, Kamis (29/10/2026). Total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk apresiasi tersebut mencapai Rp 158,3 miliar.

Rincian Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menjelaskan bahwa besaran bonus yang diberikan pemerintah berbeda berdasarkan kategori pertandingan yang diikuti atlet. Peraih medali emas kategori tunggal mendapatkan bonus sebesar Rp 3 miliar.

Sementara itu, atlet yang meraih medali emas dalam kategori ganda atau berpasangan memperoleh bonus Rp 2,4 miliar. Adapun untuk kategori beregu, pemerintah memberikan bonus sebesar Rp 1,5 miliar.

Erick menyampaikan bahwa pemberian bonus tersebut merupakan bentuk apresiasi Presiden Prabowo terhadap perjuangan para atlet yang telah membawa nama Indonesia di kompetisi olahraga tingkat Asia.

“Apresiasi langsung beliau berikan dengan langsung menyerahkan bonus sebesar Rp 3 miliar untuk peraih medali emas. Tetapi tentu kalau yang ganda atau yang berdua itu nilainya Rp 2,4 miliar dan kalau yang beregu nilainya Rp 1,5 miliar,” ujar Erick kepada awak media, Kamis (29/10/2026).

Pemberian bonus ini juga menjadi salah satu bentuk penghargaan atas kerja keras atlet dalam mengibarkan bendera Merah Putih melalui prestasi olahraga internasional.

Total Bonus Atlet Mencapai Rp 158,3 Miliar

Tidak hanya memberikan bonus kepada peraih medali emas, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk atlet dan pelatih yang berpartisipasi dalam Asian Games dan Asian Para Games.

Erick Thohir menyebut total bonus yang diberikan pemerintah mencapai Rp 158,3 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 61,1 miliar dialokasikan untuk atlet dan pelatih Asian Games.

Sementara itu, alokasi bonus untuk atlet dan pelatih Asian Para Games mencapai Rp 97,2 miliar. Dengan demikian, anggaran apresiasi untuk atlet Asian Para Games memiliki porsi lebih besar dibandingkan Asian Games.

Erick juga memastikan bahwa seluruh bonus telah ditransfer langsung ke rekening masing-masing penerima. Artinya, para atlet tidak perlu menunggu proses pencairan secara bertahap setelah pengumuman pemberian penghargaan.

Selain itu, pemerintah turut memberikan perhatian terhadap pengelolaan keuangan para atlet. Erick mengatakan, para penerima bonus didorong untuk memahami literasi keuangan dan menyisihkan sebagian uang yang diperoleh sebagai tabungan masa depan.

Erick Thohir Sebut Masa Depan Atlet Tidak Suram

Menurut Erick, pemberian bonus tersebut juga berkaitan dengan upaya pemerintah memberikan kepastian masa depan bagi atlet yang telah mengharumkan nama Indonesia.

Ia menilai anggapan bahwa masa depan seorang atlet tidak menjanjikan perlu dilihat kembali, terutama dengan adanya perhatian pemerintah terhadap penghargaan dan kesejahteraan mereka.

“Saya rasa stigma-stigma bahwa masa depan atlet itu suram tidak benar. Bapak Presiden menyampaikan ini justru bagian membangun karakter bangsa, membuka lapangan pekerjaan,” kata Erick.

Selain persoalan kesejahteraan, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya pembangunan olahraga secara berkelanjutan. Salah satu upaya yang disoroti adalah memperkuat pembinaan olahraga sejak usia sekolah.

Pembinaan sejak usia dini dinilai penting untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan dan potensi dalam bidang olahraga. Dengan begitu, Indonesia diharapkan dapat memiliki lebih banyak atlet berprestasi untuk menghadapi kompetisi internasional pada masa mendatang.

Pemerintah Percepat Persiapan Atlet Menuju Olimpiade

Di luar pemberian bonus, pemerintah juga mulai mempersiapkan atlet Indonesia untuk menghadapi ajang Olimpiade melalui percepatan pelaksanaan pemusatan latihan nasional (pelatnas).

Erick mengatakan sejumlah cabang olahraga unggulan Indonesia, seperti angkat besi, panjat tebing, bulu tangkis, dan panahan, akan mulai menjalani persiapan pelatnas pada tahun ini.

Pemerintah tidak ingin persiapan atlet hanya dilakukan dalam waktu singkat, misalnya enam bulan menjelang kompetisi. Persiapan lebih awal diharapkan membuat proses pembinaan berjalan lebih terencana dan berkelanjutan.

Erick menambahkan, pemerintah kini dapat memanfaatkan skema anggaran multiyears untuk mendukung kebutuhan persiapan atlet. Skema tersebut memungkinkan pembiayaan pembinaan dilakukan secara berkelanjutan dalam beberapa tahun anggaran.

Melalui pemberian bonus dan penguatan sistem pembinaan, pemerintah berupaya memberikan perhatian terhadap kesejahteraan sekaligus peningkatan prestasi atlet Indonesia. Persiapan yang lebih panjang diharapkan dapat membantu atlet menghadapi berbagai kompetisi internasional berikutnya, termasuk Olimpiade.

Related Tags & Categories :

highlight