Leet Media

Gen Z Serbia Menang Pemilu, Gerakan Mahasiswa Akhiri 14 Tahun Rezim Penguasa

October 27, 2026 By RB

Gerakan mahasiswa Serbia yang dimotori generasi Z (Gen Z) mencetak kemenangan bersejarah dalam pemilihan parlemen pada Minggu (25/10/2026). Daftar Mahasiswa atau Student List berhasil mengungguli kubu Aleksandar Vucic yang mendominasi politik Serbia selama 14 tahun. Kemenangan ini menjadi puncak perjuangan mahasiswa yang selama hampir dua tahun menggelar demonstrasi untuk menuntut keadilan, transparansi, dan pemberantasan korupsi.

Hasil Pemilu Serbia Bawa Kemenangan Besar bagi Mahasiswa

Mantan Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengakui kekalahan partainya kurang dari dua jam setelah pemungutan suara ditutup. Dalam pernyataannya, ia menyebut hasil sementara menunjukkan Daftar Mahasiswa berpotensi memperoleh 135–140 kursi dari total 250 kursi parlemen.

Komisi Pemilihan Umum Serbia kemudian mengumumkan hasil sementara pada Senin (26/10/2026). Berdasarkan hasil tersebut, Daftar Mahasiswa memperoleh 52,71 persen suara atau setara dengan 140 kursi parlemen. Sementara itu, koalisi yang dipimpin Partai Progresif Serbia memperoleh 39,17 persen suara atau 104 kursi.

Perolehan tersebut memberikan mayoritas mutlak kepada gerakan mahasiswa untuk membentuk pemerintahan. Namun, komposisi pemerintahan dan sosok perdana menteri yang akan ditunjuk masih menjadi hal yang perlu ditentukan.

Kemenangan itu disambut warga yang turun ke jalanan Belgrade, ibu kota Serbia. Mereka membunyikan klakson kendaraan, menyalakan kembang api, dan merayakan perubahan besar dalam lanskap politik negara Balkan tersebut.

“Para mahasiswa menang, dan bersama mereka, muncul harapan bahwa Serbia dapat menjadi negara yang menjunjung keadilan, kebebasan, dan martabat,” kata Radomir Saicic, kandidat Daftar Mahasiswa, sebagaimana dikutip AFP.

Tragedi Novi Sad Menjadi Pemicu Gerakan Mahasiswa

Perjuangan mahasiswa Serbia bermula dari tragedi runtuhnya kanopi beton di stasiun kereta api Novi Sad pada 1 November 2024. Insiden tersebut menewaskan 16 orang dan memicu kemarahan publik terhadap dugaan korupsi serta persoalan akuntabilitas dalam proyek infrastruktur.

Mahasiswa awalnya menuntut penyelidikan yang transparan terhadap tragedi tersebut. Mereka ingin pihak yang bertanggung jawab diungkap dan proses hukum berjalan secara terbuka.

Namun, tuntutan itu kemudian berkembang menjadi gerakan yang lebih luas. Mahasiswa mulai mendesak reformasi institusi, pemberantasan korupsi, dan penyelenggaraan pemilu lebih awal.

Demonstrasi yang berlangsung selama hampir dua tahun berkembang menjadi salah satu gelombang protes terbesar di Serbia sejak tumbangnya pemerintahan Slobodan Milosevic pada 2000.

Gerakan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai kelompok masyarakat. Mahasiswa berkeliling ke sejumlah wilayah Serbia untuk menemui pemilih secara langsung dan memperkenalkan agenda perubahan yang mereka usung.

Daftar Mahasiswa Usung Pemberantasan Korupsi

Daftar Mahasiswa mengajukan 250 kandidat dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, dokter, seniman, dan profesional lainnya. Gerakan ini berbeda dari partai politik konvensional karena mengandalkan pengambilan keputusan kolektif dan belum memiliki pengalaman menjalankan pemerintahan.

Pemberantasan korupsi menjadi salah satu agenda utama mereka. Selain itu, gerakan ini mendorong perbaikan institusi publik dan peningkatan akuntabilitas pemerintah.

Untuk mengawal pemilu, kelompok mahasiswa juga mengerahkan sukarelawan sebagai pemantau. Pemungutan suara turut diawasi oleh pengamat pemilu dari dalam negeri dan internasional.

Meski berhasil meraih mayoritas parlemen, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan tuntutan demonstrasi menjadi kebijakan nyata. Keberagaman latar belakang kandidat dan belum adanya pengalaman pemerintahan membuat proses pembentukan kabinet serta penentuan arah kebijakan menjadi perhatian.

Partisipasi Pemilih Meningkat, Masa Depan Politik Serbia Berubah

Pemilu parlemen Serbia kali ini mencatat partisipasi pemilih yang tinggi. Mobilisasi masyarakat selama kampanye dan demonstrasi menjadi salah satu faktor yang memperkuat posisi gerakan mahasiswa.

Kemenangan tersebut membuka peluang perubahan dalam tata kelola pemerintahan Serbia, terutama terkait pemberantasan korupsi dan penguatan institusi publik. Namun, hasil pemilu saja belum menjamin seluruh tuntutan demonstran dapat langsung diwujudkan.

Bagi gerakan mahasiswa Gen Z, kemenangan ini menjadi titik awal untuk membuktikan bahwa dukungan publik dapat diterjemahkan menjadi perubahan politik melalui pemilu.

Perhatian kini tertuju pada langkah Daftar Mahasiswa dalam membentuk pemerintahan dan menjalankan agenda reformasi. Setelah hampir dua tahun turun ke jalan, mereka menghadapi tantangan baru, yakni membuktikan bahwa kemenangan elektoral dapat menghasilkan pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.

Related Tags & Categories :

highlight