Leet Media

Tarif Transjakarta Naik Mulai 2027 Setelah 20 Tahun Bertahan di Rp3.500

October 1, 2026 By RB

Tarif Transjakarta akan mengalami penyesuaian mulai 1 Januari 2027 setelah bertahan di angka Rp3.500 selama lebih dari dua dekade. Pemprov DKI Jakarta belum menetapkan besaran tarif baru, tetapi perubahan tersebut juga akan mencakup sejumlah layanan transportasi umum lain yang mendapat subsidi pemerintah daerah.

Tarif Transjakarta Akan Berubah Mulai 1 Januari 2027

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penyesuaian tarif dilakukan terhadap layanan transportasi umum yang tarifnya sudah lama tidak mengalami perubahan. Kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada 1 Januari 2027.

“Dalam menentukan tarif transportasi yang baru, yang sudah 20 tahun tidak pernah mengalami perubahan, akan kami berlakukan tanggal 1 Januari 2027,” ujar Pramono saat menghadiri Hari Perhubungan Nasional di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Meski tanggal pemberlakuannya telah ditetapkan, Pemprov DKI Jakarta belum mengumumkan berapa tarif baru yang akan dikenakan kepada pengguna Transjakarta.

Penyesuaian tarif tidak hanya berlaku untuk Transjakarta. Transjabodetabek dan LRT Jakarta juga masuk dalam layanan transportasi yang tarifnya akan disesuaikan.

Sejarah Tarif Transjakarta dari Rp2.000 hingga Rp3.500

Transjakarta mulai beroperasi pada 15 Januari 2004 sebagai moda transportasi massal berbasis bus pertama di Indonesia. Pada dua pekan pertama, layanan diberikan secara gratis sebagai bagian dari sosialisasi kepada masyarakat.

Mulai Februari 2004, tarif Transjakarta ditetapkan sebesar Rp2.000 per penumpang. Setahun kemudian, tarif tersebut naik menjadi Rp3.500 berdasarkan SK Gubernur DKI Nomor 1912/2005.

Pada masa tersebut, Transjakarta menerapkan tarif early-bird. Penumpang yang menggunakan layanan pada pukul 05.00 hingga 07.00 WIB dikenakan tarif Rp2.000. Setelah pukul 07.00 WIB, tarif yang berlaku sebesar Rp3.500.

Setelah periode tersebut, angka Rp3.500 kemudian bertahan selama lebih dari 20 tahun hingga rencana penyesuaian tarif pada 2027.

Sistem Pembayaran Transjakarta Terus Berkembang

Meski tarif tidak mengalami perubahan dalam waktu panjang, sistem pembayaran Transjakarta terus berkembang. Pada awal operasional, penumpang menggunakan karcis kertas yang dibeli melalui loket halte.

Transjakarta kemudian mulai beralih ke sistem tiket elektronik. Uji coba e-ticketing dilakukan di Koridor 1 Blok M-Kota pada Agustus 2014 sebelum diperluas ke koridor lainnya.

Perkembangan berikutnya terjadi melalui integrasi transportasi yang dimulai dari OK OTrip dan berkembang menjadi JakLingko pada 2018. Sistem tersebut memungkinkan masyarakat mengakses sejumlah moda transportasi menggunakan sistem pembayaran yang terintegrasi.

Mulai 2020, Transjakarta juga menguji sistem tap in-tap out. Kemudian pada 4 Oktober 2022, diterapkan kebijakan One Card One Passenger yang mewajibkan satu kartu digunakan untuk satu penumpang.

Beban Subsidi Jadi Pertimbangan Penyesuaian Tarif

Rencana perubahan tarif Transjakarta sebenarnya telah dibahas sebelum kebijakan terbaru. Pada 2023, muncul wacana menaikkan tarif menjadi Rp5.000 seiring peningkatan layanan dan biaya operasional.

Pada 2025, Pramono juga menyebut beban subsidi sebagai salah satu pertimbangan dalam rencana penyesuaian tarif. Saat itu, subsidi Pemprov DKI untuk setiap penumpang Transjakarta disebut mencapai lebih dari Rp9.000.

Pemprov DKI menyatakan perubahan tarif nantinya akan diikuti dengan peningkatan kualitas layanan. Salah satunya melalui penambahan armada bus listrik. Jumlah bus listrik yang sebelumnya sekitar 200 unit ditargetkan meningkat menjadi 500 unit.

Besaran Tarif Baru Transjakarta Belum Diputuskan

Dewan Transportasi Kota Jakarta sebelumnya memberikan rekomendasi penyesuaian tarif, termasuk mengusulkan tarif Transjakarta menjadi Rp5.000 dan Transjabodetabek menjadi Rp10.000.

Namun, Pramono belum memastikan apakah besaran tersebut akan digunakan sebagai tarif resmi. Pemprov DKI masih mempertimbangkan kemampuan masyarakat sebelum menentukan angka final.

“Yang jelas, di dalam menentukan tarif itu, kami pasti mempertimbangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Sehingga tidak membebani masyarakat,” ujar Pramono.

Pramono juga mengatakan tarif baru nantinya akan tetap lebih murah dibandingkan tarif transportasi di wilayah sekitar Jakarta. Sosialisasi kepada masyarakat akan dilakukan sebelum kebijakan mulai berlaku pada 1 Januari 2027.

Enam Golongan Baru Bisa Mendapat Transportasi Gratis

Di tengah rencana penyesuaian tarif, Pemprov DKI Jakarta juga berencana memperluas kelompok masyarakat yang memperoleh layanan transportasi gratis.

Saat ini terdapat 15 golongan masyarakat yang mendapatkan layanan tersebut. Jumlahnya direncanakan bertambah menjadi 21 golongan.

Enam golongan tambahan yang disebutkan meliputi pendamping penyandang disabilitas, pencari kerja warga Jakarta, pasien rujukan rutin dengan keterbatasan ekonomi, pelajar dan mahasiswa tidak mampu di luar penerima KJP dan KJMU, UMKM binaan, serta korban bencana yang masih dalam masa pemulihan.

Dengan demikian, perubahan tarif Transjakarta pada 2027 akan berjalan bersamaan dengan kebijakan perluasan akses transportasi gratis dan rencana peningkatan kualitas layanan angkutan umum di Jakarta

Related Tags & Categories :

highlight