Leet Media

Bus Antipeluru Freeport Disiapkan Hadapi Ancaman Serangan KKB di Jalur Pegunungan Papua

September 22, 2026 By RB

Freeport Indonesia menggunakan kendaraan khusus untuk mengantar jemput karyawan yang bekerja di kawasan pertambangan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Salah satunya berupa bus antipeluru berbasis Iveco Trakker 380 4×4 yang dirancang untuk memberikan perlindungan selama perjalanan dari wilayah tambang menuju Bandara Mozes Kilangin, Timika.

Bus Antipeluru Freeport Berbasis Iveco Trakker

Kendaraan yang digunakan Freeport ini bukan bus penumpang biasa. Basisnya merupakan Iveco Trakker 380 4×4 yang bagian belakangnya dimodifikasi menjadi ruang penumpang. Hampir seluruh bagian kendaraan mendapatkan perlindungan antipeluru, termasuk bagian jendela dan pintu.

Pada bagian depan, pintu sopir dan penumpang dilapisi pelat logam. Sementara itu, sekitar 20 persen bagian jendela tetap terbuka untuk membantu sirkulasi udara dan memberikan akses cahaya ke dalam kabin.

Penggunaan kendaraan dengan perlindungan khusus tersebut berkaitan dengan kondisi perjalanan menuju kawasan pertambangan Freeport yang melewati jalur perbukitan Papua. Kendaraan ini juga digunakan untuk membantu meningkatkan keamanan karyawan selama perjalanan.

Perjalanan Tambang Menuju Bandara Bisa Empat Jam

Mengutip kanal YouTube Galeri Tambang, perjalanan dari Terminal Ridge Camp Mile 72 menuju Bandara Mozes Kilangin Timika membutuhkan waktu sekitar empat jam. Rute tersebut melewati kawasan perbukitan dengan kondisi perjalanan yang tidak bisa disamakan dengan jalur perkotaan.

Di sejumlah lokasi, kendaraan juga tidak bisa berhenti sembarangan dan penumpang tidak diperbolehkan turun begitu saja. Kondisi tersebut membuat aspek keamanan menjadi salah satu perhatian dalam operasional bus antipeluru Freeport.

Kendaraan ini menggunakan mesin enam silinder berkapasitas 13.000 cc. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 380 hp pada putaran 1.500 hingga 1.900 rpm dan torsi puncak 1.800 Nm pada 900 hingga 1.400 rpm.

Dengan konfigurasi penggerak 4×4, Iveco Trakker tersebut dirancang untuk menghadapi perjalanan di medan yang berat.

Dilengkapi Teknologi untuk Keselamatan Penumpang

Selain perlindungan fisik, bus antipeluru Freeport juga dilengkapi sejumlah perangkat untuk mendukung keselamatan selama perjalanan. Salah satunya adalah kamera belakang yang terhubung dengan layar di dalam kabin.

Kamera tersebut membantu sopir melihat kondisi di belakang kendaraan ketika harus melakukan manuver mundur. Fitur ini menjadi penting karena kendaraan memiliki ukuran besar dan kondisi di sekitar jalur perjalanan tidak selalu memungkinkan sopir turun untuk memeriksa keadaan secara langsung.

Bus juga dilengkapi intercom karena ruang sopir dan kabin penumpang dibuat terpisah. Perangkat tersebut memungkinkan komunikasi antara pengemudi dan penumpang selama perjalanan.

Ada Sensor untuk Mencegah Sopir Mengantuk

Fitur lainnya adalah sensor mata yang dipasang untuk membantu mencegah kecelakaan akibat pengemudi mengantuk. Ketika sistem mendeteksi mata sopir tertutup, kursi pengemudi akan memberikan getaran sebagai peringatan.

Sementara itu, blackbox digunakan untuk merekam riwayat perjalanan kendaraan, termasuk informasi mengenai kecepatan. Rekaman tersebut dapat digunakan untuk memantau perilaku pengemudi selama menjalankan kendaraan.

Menurut Jackson dalam unggahan video Galeri Tambang, menjadi sopir bus antipeluru Freeport bukan pekerjaan mudah. Pengemudi tidak hanya dituntut memiliki kemampuan berkendara, tetapi juga membutuhkan mental yang kuat untuk menghadapi kondisi perjalanan.

Kombinasi perlindungan kendaraan, teknologi keselamatan, serta kemampuan pengemudi menjadi bagian penting dalam operasional bus khusus tersebut. Kendaraan ini digunakan untuk mendukung mobilitas karyawan Freeport di tengah kondisi medan dan lingkungan perjalanan yang memiliki tantangan tersendiri.

Related Tags & Categories :

highlight