Leet Media

Sosok Ginka Febriyanti Ginting, Komisaris Pertamina Retail yang Pernah Jadi Relawan Prabowo dan Terseret Dugaan Mobilisasi Massa Bayaran

June 27, 2026 By RB

27 Juni 2026 – Penunjukan Ginka Febriyanti Ginting sebagai Komisaris PT Pertamina Retail menjadi sorotan publik. Selain usianya yang masih 27 tahun, latar belakang organisasi, aktivitas politik, hingga namanya yang tercantum dalam laporan Komisi Pencari Fakta (KPF) terkait demonstrasi Agustus 2025 kembali ramai diperbincangkan. Berikut profil, rekam jejak, serta kontroversi yang mengiringi sosok Ginka Febriyanti Ginting.

Profil Ginka Febriyanti Ginting

Ginka Febriyanti Ginting lahir di Karo, Sumatra Utara, pada 1 Februari 1998. Berdasarkan profil resmi PT Pertamina Retail, ia merupakan lulusan S-1 Akuntansi dan S-2 Manajemen dari Universitas Esa Unggul.

Dalam profil perusahaan, Ginka digambarkan sebagai figur muda yang aktif di berbagai organisasi kepemudaan, kemasyarakatan, dan sosial. Ia juga disebut memiliki perhatian terhadap tata kelola organisasi, kepemimpinan, serta pengembangan organisasi.

Penunjukannya sebagai Komisaris PT Pertamina Retail langsung menyita perhatian publik karena usianya yang relatif muda dibandingkan jajaran komisaris BUMN pada umumnya.

Pernah Menjadi Koordinator Relawan Prabowo Gibran

Sebelum menjabat sebagai Komisaris Pertamina Retail, Ginka dikenal sebagai Koordinator Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional atau Bison, organisasi relawan yang mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.

Bison merupakan organisasi relawan yang didominasi anak muda dan mengklaim memiliki jaringan di 18 wilayah Indonesia. Sebagai koordinator, Ginka aktif menghadiri berbagai agenda konsolidasi maupun kampanye menjelang hari pemungutan suara.

Dalam salah satu kegiatan yang digelar di Alun-Alun M. Hasibuan, ribuan relawan mengikuti apel dan long march sebelum mendengarkan orasi dari Ginka bersama sejumlah tokoh pendukung lainnya. Pada kegiatan tersebut, panitia juga membagikan kaus serta voucher makanan dan minuman yang dapat ditukarkan di lapak pedagang sekitar lokasi acara.

Selain aktif pada Pilpres 2024, Ginka juga menyatakan Bison akan mengawal pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Serang tahun 2025.

Kala itu ia mengatakan,

“Mau diulang seribu kali pun, kami optimis Ratu Zakiyah akan tetap jadi pemenang. Terkait keputusan MK, mari kita hormati dan kami berharap semoga keputusan itu bukan hasil dari intervensi penggugat.”

Ia juga menambahkan,

“Kami Bison Indonesia akan menggalang kekuatan untuk membuktikan bahwa kemenangan Bu Ratu Zakiyah adalah murni suara masyarakat Serang yang ingin daerahnya jauh lebih baik ke depan.”

PSU tersebut digelar setelah sengketa hasil Pilkada Kabupaten Serang. Setelah pemungutan suara ulang selesai, KPU menetapkan pasangan Ratu Rachmatuzakiyah dan Najib Hamas sebagai pemenang.

Nama Ginka Muncul Dalam Laporan KPF Demonstrasi Agustus 2025

Nama Ginka Febriyanti Ginting kembali menjadi perhatian setelah tercantum dalam laporan Komisi Pencari Fakta (KPF) mengenai demonstrasi dan kerusuhan yang terjadi pada Agustus 2025.

Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, menyampaikan hasil penelusuran KPF menemukan adanya pengakuan mengenai mobilisasi massa bayaran yang dikaitkan dengan organisasi Bison.

Ia mengatakan,

“Kami juga menemukan, apakah ada masa bayaran? Ya, ada pengakuan massa bayaran yang ini dipimpin oleh organisasi namanya yang dipimpin oleh organisasi, namanya Bison.”

Isnur kemudian menambahkan,

“Nah, Bison ini mengakui, mengorganisir massa yang bisa digunakan untuk tim hore kalau di televisi.”

Menurut hasil investigasi independen KPF, Bison disebut mengakui mengorganisasi massa berbayar yang dikerahkan untuk menghadang aksi demonstrasi mahasiswa.

Dugaan Mobilisasi Massa Bayaran Menurut Laporan KPF

Dalam laporannya, KPF menyebut terdapat indikasi kuat adanya mobilisasi massa bayaran pada demonstrasi 28 Agustus 2025.

Massa tersebut disebut berasal dari sejumlah daerah seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cianjur, Sukabumi, dan Cimahi.

Laporan itu juga mengungkap sekitar 10 orang berangkat dari Cimahi dengan membawa sekitar 160 botol bom molotov, petasan, kembang api, dan perlengkapan lainnya. Kelompok tersebut kemudian menjemput peserta lain hingga jumlahnya mencapai sekitar 600 orang sebelum tiba di Jakarta.

KPF juga menyatakan,

“Sejumlah BAP kepolisian menunjukkan keterkaitan aktor dalam mobilisasi massa bayaran tersebut.”

Dalam laporan yang sama, Ginka disebut mengakui pernah menginstruksikan Sekretaris Nasional Bison, Ahmad Rifaldi, untuk merekrut 70 orang yang akan mengikuti aksi pada 28 Agustus 2025.

Laporan tersebut juga menyebut Ginka menyerahkan dana sebesar Rp9,3 juta kepada Bendahara Bison, Ebyn Atsil Majid. Dana itu terdiri dari Rp6,3 juta untuk imbalan peserta aksi dan Rp3 juta untuk kebutuhan logistik. Menurut laporan KPF, dana tersebut berasal dari kas internal organisasi.

Bison Disebut Berawal Dari Tim Pemenangan Pilpres

Laporan KPF juga menjelaskan bahwa Bison awalnya dibentuk sebagai bagian dari tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024, serta pasangan Andra Soni dan Dimyati Natakusumah pada Pilgub Banten 2024.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa Ginka menyampaikan Bison memiliki organisasi sayap bernama Blok Pelajar Politik Merdeka atau BP2M.

Kesimpulan

Penunjukan Ginka Febriyanti Ginting sebagai Komisaris PT Pertamina Retail tidak hanya menarik perhatian karena faktor usia, tetapi juga karena rekam jejak organisasinya sebagai koordinator relawan politik serta kemunculan namanya dalam laporan KPF terkait dugaan mobilisasi massa pada demonstrasi Agustus 2025.

Perlu dicatat bahwa informasi mengenai dugaan keterlibatan Ginka dalam mobilisasi massa berasal dari laporan Komisi Pencari Fakta dan sejumlah pernyataan yang dimuat dalam laporan tersebut. Hingga kini, dugaan tersebut merupakan bagian dari temuan investigasi KPF sebagaimana dipublikasikan dan bukan merupakan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Related Tags & Categories :

highlight