June 23, 2026 By RB

23 Juni 2026 – Polemik pertemuan antara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah perwakilan mahasiswa kembali menjadi sorotan publik. Isu ini mencuat setelah salah satu peserta pertemuan, Muhammad Abdi Maludin, mengakui menerima sejumlah uang yang disebut berkaitan dengan aktivitas mahasiswa. Pengakuan tersebut memicu reaksi dari civitas akademika Universitas Bung Karno dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Muhammad Abdi Maludin yang diketahui merupakan Koordinator Aksi sekaligus Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno sebelumnya ikut dalam pertemuan bersama Wapres Gibran di Istana Wakil Presiden pada 15 Juni 2026. Pertemuan itu dihadiri 15 perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus dan membahas sejumlah isu nasional, mulai dari evaluasi program Makan Bergizi Gratis, penolakan Koperasi Desa Merah Putih, hingga kenaikan harga BBM.
Kala itu, Abdi menegaskan bahwa pertemuan tersebut murni merupakan hasil gerakan mahasiswa dan tidak didesain oleh pihak tertentu.
“Tidak ada desain politik atau settingan dari awal. Itu murni hasil dari gerakan kami di Universitas Bung Karno,” ujar Abdi usai pertemuan.
Namun, sepekan setelah audiensi berlangsung, namanya kembali menjadi perhatian setelah mengikuti forum internal mahasiswa UBK yang digelar pada Senin 22 Juni 2026.
Dalam forum tersebut, Abdi mengakui telah menerima uang. Potongan video pengakuannya kemudian beredar luas di media sosial dan memicu beragam tanggapan.
“Terkait uang itu, memang saya terima. 20 persen,” kata Abdi dalam video yang beredar.
Berdasarkan keterangan yang tersebar melalui media sosial, dana yang dijanjikan disebut mencapai Rp300 juta. Namun, Abdi mengaku baru menerima sekitar 20 persen dari jumlah tersebut.
Dalam narasi yang beredar, dana itu disebut diberikan untuk mengondisikan mahasiswa agar tidak ikut serta dalam aksi demonstrasi di kawasan Istana Negara. Abdi juga menyebut adanya sejumlah nama lain dari organisasi mahasiswa di lingkungan UBK yang diduga turut menerima dana.
Menanggapi pengakuan tersebut, mahasiswa UBK menyampaikan sejumlah tuntutan kepada para pengurus organisasi mahasiswa yang disebut terlibat. Mereka meminta adanya klarifikasi terbuka kepada publik, pengunduran diri dari jabatan organisasi, hingga permintaan maaf kepada seluruh civitas akademika kampus.
Abdi sendiri telah menyampaikan permintaan maaf dan mengakui kesalahannya atas polemik yang berkembang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana Wakil Presiden maupun Wapres Gibran Rakabuming Raka terkait isu tersebut. Selain itu, belum terdapat bukti yang menunjukkan keterlibatan Istana dalam dugaan pemberian dana kepada mahasiswa yang menghadiri pertemuan tersebut. Pihak kampus dan aparat kepolisian juga belum memberikan penjelasan resmi mengenai perkembangan kasus yang kini menjadi perhatian publik.
Related Tags & Categories :