May 20, 2026 By RB

20 Mei 2026 – Presiden RI Prabowo Subianto mengalami slip of the tongue saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026). Dalam pidatonya, Prabowo sempat menyebut pemerintah telah menaikkan gaji profesi guru hingga hampir 300 persen. Namun, beberapa detik kemudian ia menyadari kekeliruan tersebut dan langsung mengoreksi bahwa yang dimaksud adalah kenaikan penghasilan bagi para hakim.
Momen itu terjadi ketika Prabowo tengah membahas langkah pemerintah dalam memperkuat kualitas institusi negara dan meningkatkan kesejahteraan aparat. Di tengah penyampaiannya, ia sempat salah menyebut profesi yang memperoleh kenaikan penghasilan.
Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan:
“Karena itu pemerintah saya telah menaikkan gaji-gaji guru, ada yang sampai hampir 300 persen, naiknya penghasilan guru-guru. Eh (maksudnya) hakim-hakim kita, maaf, hakim.”
Setelah mengoreksi ucapannya, Prabowo terlihat terdiam beberapa saat sebelum kembali melanjutkan pidato di hadapan anggota DPR dan tamu undangan yang hadir.
Usai meluruskan pernyataannya, Prabowo melanjutkan pembahasan mengenai kebijakan kenaikan penghasilan hakim. Ia mengaku bangga terhadap laporan yang diterimanya terkait tingkat penghasilan aparat peradilan di Indonesia.
Menurut Prabowo, Ketua Mahkamah Agung Indonesia saat ini disebut memiliki penghasilan lebih tinggi dibanding Ketua Mahkamah Agung Singapura. Selain itu, hakim dengan jenjang paling junior di Indonesia juga diklaim memperoleh penghasilan lebih tinggi dibanding hakim junior di Malaysia.
Prabowo mengatakan:
“Saya sekarang bangga karena bangga laporan Ketua Mahkamah Agung kita penghasilannya lebih tinggi dari ketua Mahkamah Agung Singapura dan juga hakim paling junior kita gajinya lebih tinggi dari hakim junior di Malaysia.”
Prabowo menegaskan bahwa kebijakan peningkatan penghasilan hakim bukan sekadar bentuk apresiasi terhadap profesi tersebut, tetapi juga bagian dari upaya membangun sistem peradilan yang lebih bersih dan berintegritas.
Menurutnya, kesejahteraan aparat penegak hukum perlu diperkuat agar ruang terjadinya praktik suap dan intervensi terhadap proses hukum dapat diminimalkan.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan:
“Ini langkah nyata untuk kita ciptakan institusi-instusi yang bersih, kita tidak mau hakim-hakim kita disogok, dibeli. Kita tidak mau juga semua aparat kita lainnya seperti itu.”
Pernyataan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam rapat paripurna karena momen salah ucap yang terjadi di awal pembahasan mengenai kebijakan kenaikan penghasilan hakim.
Related Tags & Categories :