Leet Media

‘Lupa kasih makan sapi di game’ jawaban Achmad Syahri saat ditanya alasan main game dan merokok di rapat dprd

May 20, 2026 By RB

Tribun News

20 Mei 2026 – Viralnya video anggota DPRD Jember yang bermain game sambil merokok saat rapat memicu sorotan publik dan menimbulkan pertanyaan soal profesionalisme pejabat publik dalam menjalankan tugas. Anggota DPRD Jember, Achmad Syahri Assidiqi, kemudian memberikan penjelasan atas tindakannya dan telah menjalani proses pemeriksaan internal di Partai Gerindra. Dari hasil sidang tersebut, Syahri menerima sanksi dan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.

Video Anggota DPRD Jember Main Game Saat Rapat Jadi Sorotan

Nama Achmad Syahri Assidiqi menjadi perhatian setelah videonya beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, ia terlihat memainkan game sambil merokok ketika rapat sedang berlangsung.

Aksi tersebut menuai berbagai reaksi dari publik karena rapat DPRD dinilai sebagai forum resmi yang membahas kepentingan masyarakat dan menuntut fokus penuh dari para anggota dewan yang hadir.

Peristiwa itu kemudian ditindaklanjuti secara internal oleh Partai Gerindra melalui Mahkamah Partai.

Mahkamah Partai Gerindra Jatuhkan Teguran Keras

Mahkamah Partai Gerindra diketahui telah memberikan sanksi berupa teguran keras kepada Syahri atas tindakannya tersebut. Sanksi itu diputuskan setelah Syahri menjalani sidang internal pada Jumat (15/5).

Dalam proses tersebut, Syahri mengakui kesalahannya dan menyatakan menerima keputusan yang dijatuhkan kepadanya.

“Saya khilaf saja. Saya manusia biasa. Saya taat dengan putusan Mahkamah Partai. Mungkin ada salah, saya mohon maaf. Saya menyesal sekali berbuat seperti itu dan tidak akan mengulangi,” ujar Syahri.

Pernyataan itu menjadi bentuk pengakuan sekaligus komitmen untuk tidak mengulangi tindakan serupa di masa mendatang.

Pengakuan Syahri Ternyata Khawatir Sapi Virtual di Game Belum Diberi Makan

Belakangan, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember, Hanan Kukuh Ratmono, mengungkap alasan yang disampaikan Syahri saat pemeriksaan.

Menurut Hanan, Syahri mengaku sempat lupa memberi makan sapi di dalam game yang sedang dimainkannya.

“’Iya ketua, itu rapatnya mulai jam 10.00 pagi sampai jam 14.00 siang. Terus, jam 13.00 itu saya lupa belum memberi makan sapi saya’,” kata Hanan menirukan pengakuan Syahri kepada wartawan.

Hanan kemudian menegaskan bahwa yang dimaksud bukanlah sapi sungguhan.

“Maksudnya bukan sapi betulan, tapi sapi mainannya Syahri di game,” ujar Hanan.

Penjelasan tersebut kemudian menjadi perhatian publik karena dinilai tidak sebanding dengan tanggung jawab yang melekat pada jabatan publik.

Fraksi Gerindra Ingatkan Kepentingan Publik Harus Jadi Prioritas

Menanggapi kejadian tersebut, Hanan menegaskan bahwa setiap pejabat publik harus menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi, termasuk aktivitas hiburan saat rapat berlangsung.

Menurutnya, bermain game dalam forum resmi yang membahas urusan masyarakat bukan tindakan yang lazim dan tidak boleh menjadi kebiasaan.

“Kami melakukan evaluasi bersama agar ini tidak terjadi ke depan. Tidak ada ruang untuk kesalahan yang sama ke depan. Kalau ada kesalahan lagi, tentu dengan sanksi lebih berat bisa sampai pemecatan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa partai ingin menjaga disiplin dan profesionalitas kader yang menduduki jabatan publik.

Permintaan Maaf dan Evaluasi Jadi Penutup Polemik

Kasus ini ditutup dengan permintaan maaf dari Syahri serta evaluasi internal yang dilakukan Fraksi Gerindra DPRD Jember. Meski alasan soal sapi virtual sempat menjadi perbincangan luas, fokus utama yang disorot tetap berkaitan dengan etika dan tanggung jawab pejabat publik saat menjalankan tugas.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik terhadap lembaga politik tidak hanya dibangun melalui kebijakan, tetapi juga melalui sikap dan perilaku para pejabat saat menjalankan amanah.

Related Tags & Categories :

highlight