Leet Media

Dukung Kota Hijau, Yayasan Kemala Bhayangkari Kaltim Inisiasi Kerjasama Pengelolaan Sampah Terintegrasi

May 4, 2026 By RB

02 Mei 2026 – Kolaborasi antara Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur, Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, dan PT Pegadaian KCP Manggar Balikpapan menjadi langkah nyata dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak dini sekaligus membuka peluang kemandirian ekonomi bagi siswa melalui program pengelolaan sampah berbasis edukasi dan investasi.

Penandatanganan Kerja Sama Perkuat Program Lingkungan Berkelanjutan

Penutupan Pekan Perlombaan Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur 2026 pada 2 Mei 2026 menjadi momentum penting dengan ditandatanganinya nota kesepahaman antara Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur, Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, dan PT Pegadaian KCP Manggar Balikpapan. Kerja sama ini menegaskan keseriusan ketiga pihak dalam mengembangkan program pengelolaan sampah yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi.

Selama satu bulan terakhir, program ini telah berjalan melalui Bank Sampah Unit Pelita yang beroperasi di lingkungan SD Kemala Bhayangkari 01 Balikpapan. Aktivitas yang dilakukan meliputi pemilahan, pengumpulan, penimbangan, hingga penyetoran sampah ke Bank Sampah Induk Kota Hijau Balikpapan.

Peran Pendidikan Lingkungan dalam Membentuk Generasi Emas

Inisiatif ini digagas oleh Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur, Natasha Endar Priantoro, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara murid, guru, dan orang tua dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Edukasi sejak dini melalui praktik langsung

Program ini mendorong siswa dan orang tua untuk aktif memilah sampah baik di rumah maupun di lingkungan sekolah. Sampah yang memiliki nilai ekonomis seperti botol plastik, kertas, karton, dan kaleng kemudian disetorkan ke Bank Sampah Induk untuk diolah lebih lanjut.

Selain itu, siswa kelas 5 juga mendapatkan edukasi untuk mengelola sampah organik menjadi kompos sebagai bagian dari kurikulum muatan lokal Pendidikan Kebersihan dan Lingkungan Hidup.

Penguatan budaya sekolah berwawasan lingkungan

SD Kemala Bhayangkari 01 Balikpapan bukanlah pemain baru dalam gerakan lingkungan. Pada tahun 2012, sekolah ini meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri yang hingga kini terus dipertahankan melalui berbagai praktik ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Pembentukan Bank Sampah Unit Pelita menjadi salah satu bentuk penguatan komitmen tersebut agar budaya peduli lingkungan tetap hidup dan berkembang.

Sampah Menjadi Sumber Nilai Ekonomi melalui Tabungan Emas

Tidak berhenti pada pengelolaan sampah, program ini juga mengintegrasikan aspek ekonomi melalui kerja sama dengan PT Pegadaian.

Konversi sampah menjadi investasi masa depan

Sampah yang telah dikumpulkan dan ditimbang akan dinilai dan dicatat dalam buku tabungan masing-masing siswa. Hasilnya kemudian dikonversikan menjadi tabungan emas di Pegadaian.

Program ini memungkinkan siswa mulai menabung dari nominal kecil, sekitar sepuluh ribu rupiah atau setara dengan 0,01 gram emas. Tabungan emas ini memiliki keunggulan seperti likuiditas tinggi, dapat dicetak menjadi emas batangan, serta bisa digadaikan atau didepositokan.

Mendorong kemandirian ekonomi sejak dini

Dengan sistem ini, siswa tidak hanya belajar menjaga lingkungan, tetapi juga memahami konsep investasi dan pengelolaan keuangan. Hal ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya peduli lingkungan, tetapi juga mandiri secara ekonomi.

Sinergi Program dengan Kebijakan Lingkungan Kota Balikpapan

Program ini sejalan dengan Gerakan Perilaku dan Budaya Lingkungan Hidup di Sekolah yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, pendidikan lingkungan hidup sejak dini sangat penting karena anak-anak merupakan generasi penerus yang akan menentukan masa depan pelestarian lingkungan.

Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, Kota Balikpapan menghasilkan sekitar 540 ton sampah per hari. Angka ini menjadi tantangan besar yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk mengatasinya.

Talkshow dan Rangkaian Kegiatan Edukatif

Sebagai bagian dari acara penutupan, digelar talkshow bertema Sampah Bawa Berkah Dengan Memilah Kita Bisa Menabung yang menghadirkan berbagai narasumber dari ketiga institusi yang bekerja sama.

Selain itu, kegiatan juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan kreatif siswa dan guru seperti kolaborasi karate dan drum show, fashion show daur ulang, pertunjukan biola, serta perlombaan persahabatan Sekolah Kompak.

Harapan Keberlanjutan dan Dampak Jangka Panjang

Natasha Endar Priantoro berharap program Bank Sampah Unit Pelita dapat diperluas hingga menjangkau lingkungan tempat tinggal anggota Polda Kalimantan Timur dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak.

Lebih dari sekadar program lingkungan, inisiatif ini diharapkan mampu menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta kesadaran lintas generasi terhadap pentingnya menjaga bumi. Dengan demikian, keberlanjutan tidak hanya menjadi konsep, tetapi juga menjadi tradisi yang hidup dalam masyarakat.

Related Tags & Categories :

highlight

Leet OG

Leethania