April 10, 2026 By RB

10 April 2026 – Laporan terbaru mengonfirmasi bahwa situs suci Kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur akhirnya kembali dapat diakses oleh publik setelah mengalami penutupan total selama lebih dari satu bulan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Langkah pembukaan ini menjadi titik balik penting bagi stabilitas kawasan dan pemenuhan hak beribadah jemaah Palestina yang sempat terhenti akibat kebijakan keamanan ketat dari otoritas terkait.
Berdasarkan laporan yang diverifikasi melalui kanal berita Aljazeera, suasana di gerbang kawasan suci tersebut dipenuhi rasa haru dan antusiasme warga. Pada Kamis (9/4) pagi, diperkirakan sebanyak 3.000 warga Palestina berbondong-bondong memasuki area masjid untuk melaksanakan salat subuh berjamaah.
Video-video yang beredar menunjukkan relawan dan pengurus masjid bekerja cepat mempersiapkan area interior serta halaman kompleks guna menyambut kedatangan jemaah. Pembukaan ini memberikan napas lega bagi warga setempat setelah akses mereka dibatasi secara drastis selama 40 hari terakhir.
Kebijakan penutupan yang dilakukan Israel sebelumnya memicu kekhawatiran global terkait kebebasan beragama. Penutupan ini berdampak langsung pada terhambatnya momen-momen sakral bagi dua agama besar di kawasan tersebut.
Tahun ini menjadi catatan sejarah yang kelam bagi umat Muslim di Palestina karena Israel melarang pelaksanaan Salat Idulfitri di kawasan Al Aqsa. Penutupan selama enam minggu tersebut mencakup masa-masa penting di bulan Ramadan, yang biasanya menjadi pusat aktivitas spiritual dan sosial bagi warga Yerusalem.
Tidak hanya umat Muslim, komunitas Kristen juga merasakan dampak dari ketegangan ini. Akses menuju situs-situs suci selama perayaan Paskah mengalami kendala serupa, menunjukkan bahwa krisis keamanan di Timur Tengah ini memengaruhi spektrum kehidupan beragama secara luas di Yerusalem.
Pihak otoritas Israel melalui kepolisian setempat menyatakan bahwa alasan utama penutupan selama 40 hari tersebut adalah faktor keamanan yang berkaitan dengan pecahnya ketegangan militer dengan Iran. Situasi geopolitik yang memanas memaksa diberlakukannya pembatasan ketat di wilayah-wilayah sensitif.
Namun, pada Kamis pagi, kebijakan tersebut resmi dicabut berdasarkan instruksi terbaru dari Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel. Meskipun kawasan telah dibuka, Departemen Wakaf Islam yang berafiliasi dengan Yordania tetap melakukan pemantauan ketat di lapangan, meski mereka belum memberikan pernyataan mendalam mengenai prosedur jangka panjang pasca-pembukaan ini.
Related Tags & Categories :