January 29, 2026 By pj

29 Januari 2026 – Sebuah video yang memperlihatkan seekor mamalia air ditangkap dan digerakkan seolah berjoget oleh seorang wanita viral di media sosial. Mamalia tersebut sempat disebut sebagai pesut Mahakam yang diketahui berstatus hampir punah. Namun, hasil penelusuran otoritas kelautan memastikan bahwa hewan dalam video tersebut bukan pesut Mahakam, melainkan jenis mamalia laut lain yang juga berstatus dilindungi.
Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Muda di Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak, Andrian Saputra, menegaskan bahwa mamalia dalam video tersebut bukanlah pesut Mahakam. Ia menyebut hewan tersebut merupakan lumba-lumba tanpa sirip punggung atau finless porpoise dengan nama ilmiah Neophocaena phocaenoides.
“Ini sedang kami bahas, itu bukan pesut tetapi finless porpoise, lumba-lumba tanpa sirip punggung,” ungkapnya kepada detikKalimantan, Senin (12/1/2026).
Andrian Saputra menyampaikan bahwa pihaknya masih menelusuri lokasi pengambilan video yang viral tersebut. Berdasarkan penelusuran awal terhadap akun yang mengunggah video, lokasi kejadian diduga berada di wilayah Provinsi Jambi.
“Kami sedang menelusuri, dari penelusuran terakhir akun tersebut ada di Merangin, Jambi,” jelasnya.
Penelusuran ini dilakukan untuk memastikan konteks kejadian serta pihak-pihak yang terlibat dalam interaksi dengan mamalia laut tersebut.
Meski bukan pesut Mahakam, Andrian menegaskan bahwa finless porpoise tetap termasuk dalam kategori hewan yang dilindungi. Mamalia laut ini umumnya hidup di laut dan perairan pesisir, berbeda dengan pesut Mahakam yang hidup di perairan sungai.
“Finless porpoise ini merupakan mamalia laut yang tentunya dilindungi penuh berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 66 Tahun 2025,” ucapnya.
Finless porpoise tercatat beberapa kali muncul di perairan Indonesia, baik di wilayah Sumatera maupun Kalimantan. Andrian menyebut mamalia laut ini pernah ditemukan terdampar maupun mati di sejumlah lokasi perairan.
“Berdasarkan data keterdamparan yang ada tercatat di kami, (pernah) terdampar di pesisir Kabupaten Ketapang pada bulan Oktober 2022 dan di pesisir Singkawang Kalimantan Barat pada Juni 2025, dan pernah juga ditemukan mati di perairan Teluk Balikpapan,” pungkasnya.