Leet Media

Langsung Bertemu Presiden Palestina, Putin Siap Kirim Rp17 Triliun Untuk Bantu Rekonstruksi Gaza

January 30, 2026 By pj

30 Januari 2026 – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan keinginan Rusia untuk mencairkan aset negaranya yang dibekukan di Amerika Serikat guna mendanai Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden AS Donald Trump. Rencana tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan menegaskan sikap Rusia yang konsisten mendukung penyelesaian konflik Palestina, termasuk rekonstruksi Jalur Gaza dan dukungan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.

Pernyataan Putin soal Aset Rusia yang Dibekukan

Putin mengatakan Rusia siap mengalokasikan dana sebesar US$1 miliar dari aset yang dibekukan di Amerika Serikat untuk mendukung Dewan Perdamaian. Dana tersebut disebut akan difokuskan untuk membantu rakyat Palestina dan mendukung upaya penyelesaian konflik di Jalur Gaza.

“Kami siap mengalokasikan 1 miliar dolar AS untuk struktur baru ini,” kata Putin, merujuk pada Dewan Perdamaian.
“Pertama dan terutama untuk mendukung rakyat Palestina dan mengarahkan dana ini untuk rekonstruksi Jalur Gaza dan, secara umum, untuk penyelesaian masalah-masalah Palestina,” ujarnya.

Putin juga menyampaikan bahwa wacana pemanfaatan aset Rusia yang dibekukan telah dibahas sebelumnya dengan pihak Amerika Serikat.

Sikap Rusia terhadap Konflik Palestina

Dalam pertemuan dengan Mahmoud Abbas di Moskow, Putin menegaskan bahwa pendekatan Rusia terhadap konflik Palestina bersifat konsisten dan berprinsip. Ia menyatakan posisi Rusia tidak berubah meski situasi geopolitik kawasan mengalami dinamika.

“Sikap kami terhadap isu-isu Palestina dan penyelesaian di Timur Tengah berprinsip dan tidak bergantung pada keadaan,” ungkap Putin.

Putin juga menilai bahwa penyelesaian konflik di Timur Tengah hanya dapat dicapai melalui keberadaan negara Palestina yang berfungsi penuh.

“Kami percaya hanya pembentukan dan fungsi penuh negara Palestina yang dapat mengarah pada penyelesaian akhir konflik Timur Tengah,” ujarnya.

Pertemuan Putin dan Mahmoud Abbas

Putin menyebut hubungan Rusia dan Palestina telah terjalin lama dan bersifat istimewa. Ia juga menyoroti peningkatan kerja sama di berbagai bidang, termasuk perdagangan dan pelatihan sumber daya manusia Palestina.

“Hubungan antara Rusia dan Palestina berakar dalam dan berkualitas istimewa,” ujar Putin dalam pertemuan tersebut.

Ia menambahkan bahwa Rusia terus memberikan bantuan kemanusiaan kepada Palestina, terutama pada masa-masa krisis tersulit di Jalur Gaza.

Dewan Perdamaian Bentukan Trump

Dewan Perdamaian dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump dan telah mengundang puluhan negara untuk bergabung. Putin menyebut inisiatif tersebut bertujuan untuk menyelesaikan situasi di Palestina dan Jalur Gaza, serta membuka ruang kerja sama internasional dalam mendukung stabilitas kawasan.

Putin juga mengundang Mahmoud Abbas untuk membahas lebih lanjut situasi di Gaza serta inisiatif Dewan Perdamaian tersebut.

Sikap Palestina terhadap Dukungan Rusia

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyambut baik dukungan Rusia dan menyatakan kesiapan Palestina untuk bekerja sama dalam upaya penyelesaian konflik di Timur Tengah.

“Kami siap bekerja sama dengan dukungan dan bantuan Anda, dan kami berharap dapat mencapai solusi,” kata Abbas.

Ia juga menyebut Rusia sebagai sahabat lama Palestina dan menegaskan penolakan terhadap upaya pemindahan warga Palestina dari wilayah mereka.

“Rakyat Palestina tetap setia dan mempertahankan tanah mereka,” ujarnya.