Leet Media

Cloud Iridescence, Fenomena Awan Warna-Watni Mirip Pelangi yang Dapat Dilihat Mata Manusia

January 29, 2026 By pj

29 Januari 2026 – Langit cerah terkadang menghadirkan pemandangan awan berwarna-warni yang tampak menyerupai pelangi, terutama di tepi awan yang tipis dan semi transparan. Fenomena ini dikenal sebagai cloud iridescence, sebuah peristiwa optik atmosfer yang tidak hanya memikat secara visual, tetapi juga menyimpan proses ilmiah menarik terkait interaksi cahaya dengan partikel awan.

Pengertian Cloud Iridescence

Cloud iridescence adalah fenomena optik atmosfer yang menyebabkan munculnya warna-warni menyerupai pelangi pada awan. Fenomena ini termasuk dalam kategori photometeor, yakni peristiwa optik yang terjadi akibat interaksi cahaya dengan partikel di atmosfer.

Mengutip APOD NASA, cloud iridescence adalah fenomena optik yang menghasilkan warna-warni pada awan, mirip dengan warna pelangi. Warna yang terlihat umumnya tidak tersusun rapi seperti pelangi, melainkan muncul dalam nuansa pastel hingga cerah, terutama di bagian tepi awan tipis. Saat berada dekat matahari, warna-warna ini kerap sulit dikenali karena tertutup silau cahaya.

Proses Terjadinya Cloud Iridescence

Fenomena cloud iridescence terjadi akibat pembiasan dan difraksi cahaya matahari atau bulan saat melewati tetesan air kecil atau kristal es di dalam awan. Proses ini menyebabkan cahaya terpecah menjadi berbagai panjang gelombang yang kemudian menghasilkan pola warna yang beragam.

Melansir SciJinks NOAA, awan pelangi terjadi karena difraksi atau fenomena yang terjadi saat tetesan air kecil atau kristal es kecil menyebarkan cahaya matahari.

Difraksi ini menghasilkan pola interferensi berupa pinggiran terang dan gelap dengan warna yang bervariasi. Cloud iridescence umumnya terbentuk pada ketinggian hingga 30 kilometer dan sering dikaitkan dengan awan tipis yang baru terbentuk.

Jenis Awan yang Memunculkan Cloud Iridescence

Fenomena ini paling sering muncul pada jenis awan tertentu, seperti altocumulus, cirrocumulus, lenticular, dan cirrus. Cloud iridescence juga dikenal dengan sebutan lain, yaitu nacreous atau mother of pearl, karena kilauan warnanya yang lembut dan berkilau.

Faktor Terjadinya Awan Pelangi

Cloud iridescence biasanya muncul saat kondisi awan tipis dan atmosfer relatif stabil. Waktu pengamatan paling ideal adalah pagi atau sore hari ketika matahari berada pada posisi rendah, sehingga sudut cahaya memungkinkan terjadinya difraksi warna.

Fenomena ini umumnya terlihat pada sudut sekitar 10 hingga 40 derajat dari posisi matahari. Selain itu, kelembapan udara, suhu, serta kondisi atmosfer lainnya turut memengaruhi intensitas dan kejelasan warna yang muncul.

Perbedaan Cloud Iridescence dan Pelangi

Meski tampilannya mirip pelangi, cloud iridescence terbentuk melalui proses optik yang berbeda. Pelangi terbentuk akibat refraksi atau pembengkokan cahaya di dalam tetesan air hujan, sementara cloud iridescence terbentuk melalui difraksi cahaya di sekitar partikel awan.

Perbedaan inilah yang membuat warna cloud iridescence tampak lebih acak, lembut, dan tidak membentuk lengkungan sempurna seperti pelangi pada umumnya.

Fakta Menarik Cloud Iridescence

Asal Nama Iridescence

Istilah iridescence berasal dari mitologi Yunani, diambil dari nama dewi Iris yang digambarkan sebagai pembawa pesan melalui pelangi. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kemampuan suatu objek memantulkan warna berbeda saat sudut pandang berubah.

Fenomena Optik yang Tidak Langka

Cloud iridescence bukanlah fenomena langka. Di beberapa wilayah, terutama saat musim panas, fenomena ini cukup sering terjadi. Di Indonesia sendiri, awan pelangi pernah diamati di sejumlah daerah seperti Surabaya, Yogyakarta, dan Manado.

Muncul dalam Bentuk Topi Pelangi

Cloud iridescence kerap muncul dalam bentuk awan pileus, yakni awan menyerupai topi yang berada di atas awan lain. Bentuk ini sering terlihat menjelang atau setelah badai petir, ketika udara lembap terdorong ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi.

Potensi Cloud Iridescence untuk Edukasi Sains

Selain menghadirkan keindahan visual, cloud iridescence menjadi contoh nyata bagaimana fenomena fisika bekerja di alam. Interaksi cahaya, partikel air, dan kondisi atmosfer menjadikan awan pelangi sebagai sarana edukasi menarik untuk memahami optika dan dinamika atmosfer.

Fenomena ini menunjukkan bahwa langit tidak hanya indah untuk dipandang, tetapi juga menyimpan pelajaran ilmiah yang kaya bagi siapa pun yang ingin memahaminya.