January 25, 2026 By pj

25 Januari 2026 – Godzilla dikenal sebagai monster fiksi raksasa dalam film Jepang yang mampu berdiri kokoh di lautan. Namun di dunia nyata, ada makhluk yang dijuluki “Godzilla kecil” karena penampilannya yang garang dan kemampuannya hidup di laut. Hewan tersebut adalah iguana laut, satu-satunya kadal di dunia yang mampu bertahan dan mencari makan di lingkungan laut, serta menjadi bagian penting dari ekosistem Kepulauan Galapagos.
Galapagos tidak hanya terkenal dengan kura-kura raksasanya, tetapi juga menjadi rumah bagi reptil unik yang dijuluki Godzilla kecil. Hewan ini bukan monster, melainkan iguana laut yang menjadi satu-satunya kadal di dunia yang hidup di laut.
Sekilas, penampilan iguana laut tampak garang dengan kulit bersisik gelap, wajah tajam, dan deretan duri kecil di punggungnya. Ciri fisik inilah yang membuat banyak peneliti dan wisatawan menjulukinya sebagai Godzilla versi mini.
Meski demikian, iguana laut bukanlah pemangsa berbahaya. Justru, ia berperan sebagai penjaga keseimbangan ekosistem laut Galapagos. Habitatnya berada di pesisir berbatu, tempat mereka berjemur setelah menyelam mencari makan di laut.
Sebagai satu-satunya kadal laut, iguana ini memiliki adaptasi yang membuat para ilmuwan takjub. Mereka mampu berenang dan menyelam hingga sekitar 30 menit di perairan dingin Samudra Pasifik untuk mencari makanan.
Iguana laut hanya memakan ganggang laut. Saat menyelam, garam laut masuk ke dalam tubuhnya. Untuk mengatasinya, iguana laut memiliki kebiasaan unik berupa “bersin” melalui lubang hidung untuk mengeluarkan kelebihan garam.
Adaptasi lainnya yang tak kalah mengejutkan adalah kemampuan tubuhnya untuk menyusut hingga 20 persen saat ganggang laut langka. Fenomena ini sangat jarang ditemukan pada hewan lain dan menjadi strategi bertahan hidup ketika sumber makanan menipis.
Iguana laut merupakan reptil endemik Kepulauan Galapagos yang terletak lebih dari 900 kilometer dari pantai Ekuador. Mereka hidup di zona pasang surut, tebing berbatu, dan tepian pantai yang berdekatan dengan area berpasir untuk bertelur.
Meski piawai menyelam, iguana laut tidak dapat berlama-lama berada di air karena bersifat eksotermik. Setelah mencari makan, mereka harus kembali ke daratan untuk berjemur dan menaikkan suhu tubuh.
Otot iguana laut akan menegang setelah terlalu lama berada di air dingin, sehingga mereka hanya memiliki waktu terbatas untuk mencari makanan sebelum kembali ke darat.
Meski berpenampilan garang dengan kuku tajam dan sisik keras, iguana laut bukanlah karnivora. Makanan utamanya adalah alga dan rumput laut yang tumbuh di dasar perairan.
Untuk mendapatkan makanan tersebut, iguana laut harus menyelam hingga puluhan meter. Ukuran tubuh dan ekor yang pipih membantu mereka bermanuver dengan baik di bawah air.
Iguana laut sangat bergantung pada kondisi laut. Perubahan iklim, khususnya fenomena El Niño, menyebabkan suhu laut meningkat dan menghilangkan ganggang merah serta hijau yang menjadi sumber makanan utama mereka.
“Air yang lebih hangat menyebabkan hilangnya ganggang merah dan hijau yang disukai iguana laut.”
Kondisi ini membuat banyak iguana laut mati kelaparan dan menyebabkan fluktuasi populasi yang ekstrem.
Meski terlihat tangguh, iguana laut justru masuk dalam kategori satwa rentan punah. Perubahan iklim, polusi laut, serta meningkatnya aktivitas manusia dan pariwisata menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan hidup mereka.
“Iguana laut telah mengembangkan kemampuan untuk beradaptasi dan meningkatkan peluang mereka untuk bertahan hidup selama fase hangat. Besar kemungkinan 90% dari populasi mereka bisa binasa.”
Selain faktor lingkungan, iguana laut juga menghadapi ancaman predator darat seperti burung elang dan bangau. Mereka sangat bergantung pada daratan untuk kawin dan berkembang biak, sehingga gangguan di habitat pesisir berdampak besar terhadap populasinya.
Uni Internasional untuk Konservasi Alam telah menetapkan iguana laut sebagai satwa rentan punah. Sejumlah kawasan sarang penting di Galapagos kini telah diperluas status perlindungannya sejak 2012.
Langkah perlindungan ini melibatkan pemerintah setempat dan berbagai lembaga konservasi untuk menjaga habitat alami iguana laut dari kerusakan lebih lanjut.
Keberadaan Godzilla kecil di Galapagos menjadi pengingat bahwa alam menyimpan keajaiban luar biasa. Namun tanpa perlindungan serius, kadal laut paling unik di dunia ini berpotensi benar-benar tinggal cerita.