January 26, 2026 By pj

26 Januari 2026 – Pebulu tangkis muda Indonesia, Alwi Farhan, mencuri perhatian publik setelah tampil sebagai juara Indonesia Masters 2026. Di balik prestasi tersebut, atlet berusia 20 tahun ini menegaskan bahwa pencapaiannya tidak lepas dari mentalitas juara yang ia pelajari dari tokoh olahraga dunia seperti Cristiano Ronaldo dan Novak Djokovic, yang ia jadikan panutan dalam membangun karakter dan ketangguhan di dalam maupun luar lapangan.
Alwi Farhan memastikan gelar juara Indonesia Masters 2026 setelah menaklukkan wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, pada partai final yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (25/1/2026). Dalam laga tersebut, Alwi menang meyakinkan dengan skor 21-5 dan 21-6.
Gelar ini menjadi pencapaian penting dalam karier Alwi karena merupakan titel Super 500 pertama yang ia raih. Di usia 20 tahun 8 bulan, Alwi tercatat sebagai pebulu tangkis termuda ketiga yang berhasil menjuarai turnamen level BWF Super 500 atau lebih tinggi.
Selain dikenal agresif dan ekspresif saat bertanding, Alwi juga dinilai cakap dalam berkomunikasi dengan awak media. Menurut pengakuannya, kemampuan berbicara di depan publik bukan hasil latihan khusus, melainkan terbentuk dari pengalaman hidup dan tekanan yang ia hadapi sepanjang karier.
“Saya rasa. saya tidak perlu melatih kemampuan berbicara di depan umum. Tapi itu hanya sesuatu yang saya alami setiap hari. Saya bisa menjadi seperti ini karena saya juga dibentuk, saya selalu ditempa oleh keadaan, dan selalu merasakan hal-hal yang kurang nyaman, tapi saya selalu berusaha mengendalikannya dengan baik,” ujar Alwi.
Dalam membangun mentalitas juara, Alwi mengaku banyak belajar dari atlet kelas dunia lintas cabang olahraga. Ia menilai Cristiano Ronaldo dan Novak Djokovic memiliki perbedaan mendasar yang membuat mereka mampu bertahan di level tertinggi.
“Saya selalu melihat orang-orang besar. Saya selalu melihat, saya memiliki panutan. Saya selalu melihat apa yang membedakan orang-orang seperti Cristiano Ronaldo, Novak Djokovic, dan sebagainya. Mengapa dia bisa menjadi orang hebat, karena dia memiliki mentalitas yang berbeda dari orang lain.”
Alwi menegaskan bahwa dirinya terus berusaha mencontoh hal-hal positif dari para figur tersebut sebagai bagian dari proses pendewasaan diri.
“Jadi, saya terus mencontoh apa yang bagus dari orang-orang besar seperti mereka. Saya akan mencontoh. Jadi dengan berjalannya waktu, saya merasa pendewasaan yang cukup berkembang, jadi saya selalu mendengarkan masukan orang lain, kritik yang membangun bagi saya, atau ujian yang bisa membuat saya lebih percaya diri,” kata Alwi.
Usai final Indonesia Masters 2026, Alwi menekankan bahwa keberhasilannya tidak datang secara instan. Ia menyebut perjalanan kariernya diwarnai kerja keras, kegagalan, dan proses jatuh bangun.
“Struggle, jatuh bangun, semangat aja, tabrak aja apa pun yang ada di depan. Siapapun lawannya, kita bisa belajar dari semua hal,” ujar Alwi.
Ia juga menekankan pentingnya kerendahan hati dan kemampuan belajar dari berbagai arah.
“Kita perlu lihat ke atas untuk belajar, kita juga perlu lihat ke bawah untuk tahu dari mana kita berasal. Do your best every day, keep humble, and let God do the rest,” katanya.
Alwi tidak menampik peran besar pelatih Indra Wijaya dalam perkembangan kariernya. Ia menyebut Indra Wijaya sebagai figur ayah yang mendampingi kesehariannya di Pelatnas.
“Coach Indra sudah seperti bapak saya. Kami lebih sering bertemu dibanding saya bertemu orang tua saya. Walaupun tidak ada hubungan darah, hati dan pikiran kami selalu bersama,” ujar Alwi.
Menurutnya, sang pelatih memiliki karakter tegas, peduli, dan rendah hati yang berperan besar dalam membentuk mental bertandingnya.
Selain itu, Alwi juga mengakui kontribusi psikolog olahraga dan tim pendukung lainnya dalam menjaga keseimbangan antara aspek teknis dan mental.
“Saya tidak berada di sini sendirian. Ada psikolog yang membantu saya, ada banyak orang di belakang saya,” ujar Alwi.
Menatap masa depan, Alwi menegaskan telah memiliki peta jalan dan target yang jelas untuk melangkah ke level dunia. Ia memastikan ambisinya tidak berhenti di Indonesia Masters 2026.
“Saya sudah punya goals, saya sudah punya target-target yang harus saya jalani ke depan,” katanya.
Dengan kombinasi prestasi, mentalitas juara, dan dukungan tim yang solid, Alwi Farhan kini dipandang sebagai salah satu harapan besar bulutangkis Indonesia di level internasional.
Related Tags & Categories :