Leet Media

Viral! Guru SMK di Jambi Dikeroyok Siswa, Diduga Berawal Dari Salah Paham

January 15, 2026 By pj

15 Januari 2026 – Sebuah video yang memperlihatkan aksi pengeroyokan terhadap seorang guru di lingkungan sekolah menengah kejuruan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, viral di media sosial dan memicu keprihatinan luas. Peristiwa ini menyorot persoalan serius dalam dunia pendidikan, terutama terkait relasi guru dan siswa serta penanganan konflik di lingkungan sekolah.

Kronologi Awal Kejadian di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur

Video viral tersebut menampilkan sejumlah siswa SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur terlibat baku hantam dengan seorang guru mata pelajaran Bahasa Inggris. Insiden itu terjadi saat jam kegiatan belajar mengajar masih berlangsung dan langsung menyedot perhatian publik.

Pelaksana tugas Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Muhammad Umar, menyatakan pihaknya akan turun langsung ke sekolah untuk mendalami kasus tersebut.

“Kami akan mendalami kejadian ini, dan secepatnya tim bidang guru dan tenaga pendidikan (GTK) bersama bidang SMK Disdik akan turun ke SMKN 3 Tanjab Timur tersebut,” katanya.

Umar menyayangkan insiden tersebut dan menegaskan sekolah seharusnya menjadi ruang menimba ilmu, bukan arena konflik fisik. Ia juga mengimbau seluruh warga sekolah untuk bersikap bijak agar proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik.

Mediasi Disiapkan oleh Kepolisian dan Pemerintah Kecamatan

Kapolsek Berbak, Ipti Hans Simangunsong, membenarkan peristiwa tersebut dan memastikan pihak kepolisian akan memfasilitasi mediasi dengan melibatkan berbagai pihak.

“Ya benar, kita akan mediasi hari ini terkait persoalan ini bersama pihak sekolah, guru, dan pihak terkait lainnya. Mudah-mudahan ada titik terang,” ungkap Hans.

Hal senada disampaikan Camat Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Nopi Ariansyah. Ia menyebut proses mediasi melibatkan Babinsa, kepolisian, komite sekolah, serta orang tua siswa guna meredam konflik yang terjadi.

Diduga Berawal dari Teguran Guru kepada Siswa

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa tersebut diduga dipicu kesalahpahaman saat guru memberikan teguran kepada siswa. Insiden bermula ketika seorang siswa meneriakkan kata-kata tidak pantas di lingkungan sekolah, lalu ditegur oleh guru bersangkutan.

Namun, teguran tersebut berujung pada adu argumen hingga guru secara refleks menampar salah satu siswa. Tindakan itu kemudian memicu kemarahan siswa lain yang berujung pada aksi pengeroyokan terhadap guru.

Pengakuan Guru Korban Pengeroyokan

Guru yang menjadi korban diketahui bernama Agus Saputra. Ia mengungkapkan kejadian bermula saat dirinya berjalan di depan kelas dan mendengar teriakan bernada tidak sopan dari seorang siswa.

“Kejadiannya berawal peneguran siswa di kelas di saat belajar ada guru, dia (siswa) menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya, dengan meneriakkan kata yang tidak pantas kepada saya saat belajar,” kata Agus.

Agus mengaku menampar siswa tersebut satu kali secara refleks setelah merasa ditantang. Menurutnya, tindakan itu dilakukan sebagai bentuk pendidikan moral. Namun situasi justru semakin memanas hingga berujung pengeroyokan saat proses mediasi berlangsung.

Bertahun-tahun Mengalami Perundungan

Agus juga mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa dirinya telah mengalami perundungan verbal dari siswa selama bertahun-tahun. Ia mengaku telah mengajar di sekolah tersebut selama sekitar 15 tahun dan baru kali ini melakukan tindakan fisik terhadap siswa.

“Selama dua tahun sampai ada yang berkali-kali selama dua tahun. Sampai ada yang tiga tahun melakukan tindak verbal yang tidak menyenangkan terhadap saya,” ucapnya.

Menurut Agus, perundungan tersebut dilakukan oleh banyak siswa dan terus berulang meski siswa silih berganti. Puncaknya terjadi ketika ia merasa sudah tidak mampu lagi menahan tekanan yang dialaminya.

Dinas Pendidikan Menyiapkan Pembinaan

Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menegaskan akan melakukan pembinaan terhadap pihak-pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang. Muhammad Umar menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jambi untuk menindaklanjuti hasil pembinaan tersebut.

“Kami akan berkoordinasi dengan BKD Provinsi Jambi terkait penanganan hasil dari pembinaan tersebut,” jelasnya.

Pemerintah berharap penyelesaian kasus ini dapat dilakukan secara bijak demi menjaga dunia pendidikan tetap kondusif dan aman bagi guru maupun siswa. 

Related Tags & Categories :

highlight

#Jambi

#Tanjung Jabung