Leet Media

Gen Z Mulai Tinggalkan Alkohol, Tren Sober Curious Dorong Kopi dan Matcha Jadi Gaya Hidup Baru

January 20, 2026 By pj

20 Januari 2026 – Generasi Z menunjukkan perubahan signifikan dalam pola konsumsi minuman. Alkohol yang sebelumnya identik dengan gaya hidup anak muda kini mulai ditinggalkan. Sebaliknya, kopi dan matcha muncul sebagai simbol baru gaya hidup sehat, produktif, dan sadar kesehatan. Pergeseran ini tidak hanya berdampak pada kebiasaan individu, tetapi juga memengaruhi industri minuman secara global dan nasional.

Pergeseran Gaya Hidup Generasi Z

Minum alkohol tidak lagi menjadi pilihan utama Generasi Z dalam aktivitas sosial. Anak muda kini lebih memilih olahraga, nongkrong tanpa mabuk, serta menikmati minuman non-alkohol. Kesadaran terhadap kesehatan fisik dan mental menjadi faktor utama yang mendorong perubahan ini. Survei global State of Beverages mencatat lebih dari 60% Gen Z memilih minuman non-alkohol saat bersosialisasi, tertinggi dibanding generasi lain.

Data Konsumsi Alkohol yang Terus Menurun

Laporan menunjukkan konsumsi alkohol di kalangan Gen Z semakin rendah. Forbes melaporkan 21% Gen Z tidak mengonsumsi alkohol sama sekali, sementara 39% lainnya hanya minum sesekali. Di Indonesia, data Badan Pusat Statistik tahun 2025 mencatat konsumsi alkohol penduduk usia 15 tahun ke atas hanya 0,30 liter per kapita dan tren penurunan ini telah berlangsung konsisten sejak 2023.

Kopi dan Matcha Menjadi Pilihan Utama

Kopi dan matcha kini bukan sekadar minuman, tetapi bagian dari identitas Generasi Z. Survei Jakpat menunjukkan 66% Gen Z di Indonesia minum kopi secara rutin. Sementara itu, laporan Restaurant Business mencatat sekitar 40% Gen Z memesan matcha dalam enam bulan terakhir. Minuman ini sering dikonsumsi saat nongkrong, mengerjakan tugas, maupun melepas stres, menjadikannya menu wajib ala Gen Z.

Tren Global Minuman Non Alkohol

Pergeseran preferensi Gen Z berdampak besar pada industri minuman dunia. Berdasarkan laporan Bloomberg, saham seluruh perusahaan miras global turun sebesar 830 miliar dolar AS atau setara Rp14,02 kuadriliun dalam lebih dari empat tahun terakhir, atau turun 46% dibanding puncaknya pada Juni 2021. 

Sebaliknya, data International Wine and Spirit Record menunjukkan kategori minuman non-alkohol tumbuh positif sebesar 7% per tahun dan diperkirakan menguasai 4% pangsa pasar minuman global pada 2027.

Industri Miras di Bawah Tekanan

Industri minuman beralkohol menghadapi tantangan serius seiring dominasi Generasi Z sebagai konsumen masa depan. Pengamat ekonomi menilai tanpa inovasi dan diversifikasi produk, industri ini berpotensi terus kehilangan pasar. Beberapa produsen bahkan mulai memproduksi minuman rendah alkohol hingga non-alkohol untuk bertahan dari perubahan tren.

Budaya Sober Curious di Kalangan Anak Muda

Perubahan tren ini juga dipicu oleh budaya “sober curious”, yakni kesadaran untuk menjalani hidup tanpa alkohol demi kesehatan jangka panjang. Media sosial turut memperkuat fenomena ini melalui maraknya konten gaya hidup sehat, olahraga, serta minuman non-alkohol. Banyak Gen Z menilai alkohol tidak lagi relevan dengan identitas hidup sehat yang ingin mereka tampilkan. 

Kopi Gula Aren dan Kesadaran Lingkungan

Selain faktor kesehatan, pilihan minuman Gen Z juga berkaitan dengan isu lingkungan. Kopi gula aren menjadi salah satu minuman favorit, meski konsumsinya tetap perlu dibatasi karena kandungan gula. Produksi kopi aren dinilai lebih ramah lingkungan dibanding industri minuman keras, karena emisi karbon yang lebih rendah dan proses produksi yang lebih berkelanjutan.

Dampak Lingkungan dari Produksi Alkohol

Produksi alkohol membutuhkan energi dan air dalam jumlah besar. Disebutkan bahwa dibutuhkan sekitar 800 liter air untuk menghasilkan satu liter wine. Selain itu, produksi satu liter bir dapat menghasilkan emisi karbon antara 510 hingga 842 gram karbon dioksida. Fakta ini memperkuat alasan Generasi Z memilih minuman alternatif yang dianggap lebih ramah lingkungan. 

Kopi dan Matcha Sebagai Simbol Gaya Hidup Baru

Fakta-fakta tersebut menegaskan bahwa kopi dan matcha kini bukan sekadar tren sesaat. Minuman ini telah menjadi simbol gaya hidup baru Generasi Z yang mengedepankan kesehatan, produktivitas, dan kesadaran lingkungan. Alkohol pun perlahan dianggap tidak lagi relevan dengan nilai-nilai yang dipegang generasi muda saat ini.